JAKARTA, wartametropolitan.com – Enam dekade perjalanan Gitar Yamaha di industri gitar menjadi momentum penting dalam sejarah perkembangan alat musik dunia. Perayaan 60 tahun ini tak hanya menjadi penanda usia, tetapi juga refleksi atas berbagai terobosan teknologi yang telah mengubah cara musisi memainkan gitar, baik di panggung maupun di studio.

“Kami kini sangat excited memperkenalkan program dan produk terbaru ini,” kata President Director of Yamaha Musik Indonesia Distributor Hisayoshi Matsui.

Salah satu musisi yang merasakan langsung evolusi tersebut adalah Andra Ramadhan, gitaris kelahiran 1972 yang dikenal sebagai pendiri Dewa 19 serta motor penggerak Andra and The BackBone. Dengan pengalaman panjang di industri musik, Andra menilai inovasi Yamaha semakin memudahkan kebutuhan gitaris modern.

Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah lini Pacifica model PACP12 dan PACS+12. Kedua model ini hadir dengan fitur premium seperti fret berbahan stainless steel, hardware Gotoh, serta pickup Reflectone hasil kolaborasi dengan Rupert Neve. Selain itu, teknologi Acoustic Design diterapkan untuk menunjang resonansi dan karakter suara yang lebih presisi.

Tak berhenti di situ, Pacifica Professional Single Cut dan Pacifica Standard Plus dirancang bagi gitaris modern. Varian Pacifica SC tampil dengan desain body single-cut, namun tetap mempertahankan keunggulan seri Professional dan Standard Plus. Konfigurasi pickup Single Coil dan Humbucker memungkinkan fleksibilitas tonal dalam satu instrumen.

Desain yang familiar menjadi strategi untuk menjawab kebutuhan gitaris yang menginginkan warna suara berbeda tanpa keluar dari ekosistem Pacifica.

Penanda 60 Tahun Gitar Yamaha

Inovasi terbaru ini sekaligus menandai perjalanan 60 tahun Gitar Yamaha di industri alat musik. Selama enam dekade, Yamaha mencatat sejumlah terobosan penting, seperti Silent Guitar yang ringan dan portabel, gitar TransAcoustic dengan efek Reverb dan Chorus tanpa ampli tambahan, serta metode Acoustic Design yang menggunakan analisis akustik canggih untuk menentukan posisi bracing pada gitar akustik dan desain chambering pada gitar elektrik.

Sebagai simbol enam dekade pengalaman, Yamaha merilis dua model edisi khusus anniversary, yakni FG6 60th Anniversary dan Revstar RSP20B 60th Anniversary.

Revstar RSP20B 60th Anniversary dibuat di Jepang dengan hardware pilihan dan finishing mewah. Gitar elektrik ini menggunakan locking tuner Gotoh, Golda tremolo dengan logo khusus 60th Anniversary, nut berbahan tulang, serta body dan neck yang diperkuat karbon.

“Ini merupakan perjalanan fantastik dari perjalanan gitar Yamaha. Semua gitar yang dibuat Yamaha bagaimana bisa maksimal untuk pengguna,” tutur Product Marketing Bhagas Raditya.

Sementara itu, gitar akustik FG9 menggabungkan keahlian woodworking Jepang dengan desain inovatif. Instrumen ini menggunakan kayu guatemalan rosewood pada bagian side dan back serta adirondack spruce di bagian atas, menghasilkan artikulasi suara yang istimewa.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa teknologi gitar terus bergerak mengikuti tuntutan zaman. Bagi Andra Ramadhan, kemajuan tersebut bukan sekadar pelengkap, melainkan benar-benar menunjang efisiensi dan kualitas permainan di berbagai lini pertunjukan musik.

Tidak hanya gitar, pembaruan juga menyentuh perangkat multiefek, yakni Helix Stadium. Perangkat ini dirancang untuk kebutuhan live performance dan produksi studio masa kini.

Fitur layar sentuh, konektivitas Bluetooth, dan WiFi memungkinkan pengaturan sistem menjadi lebih praktis dan presisi. Teknologi ini dinilai mempercepat proses kerja musisi tanpa mengurangi kualitas audio.

“Saya sudah lama pakai Helix, beli sendiri, lalu dikontrak Yamaha. Sudah terbiasa sama sistem Helix, paling user friendly itu Helix, gampang dan enggak ribet, ini lebih gila lagi dan jelas,” ucap Andra.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *