JAKARTA, wartametropolitan.com – Persaingan box office Amerika Utara akhir pekan ini menghadirkan kejutan dari genre yang jarang mencetak pendapatan besar. Film dokumenter Melania tampil melampaui ekspektasi dengan debut solid, sementara film thriller bertahan hidup Send Help karya Sam Raimi berhasil menduduki posisi puncak.

Film dokumenter Melania, yang mengikuti perjalanan Ibu Negara Amerika Serikat menjelang pelantikan presiden kedua Donald Trump, meraih pendapatan sebesar US$7,04 juta (Rp117 miliar) dari 1.778 bioskop di Amerika Utara.

Capaian ini melampaui proyeksi pra-rilis yang sebelumnya diperkirakan hanya berada di kisaran US$3 juta hingga US$5 juta, sebuah hasil yang terbilang langka untuk film dokumenter non-musik.

Amazon MGM sebagai distributor diketahui mengeluarkan investasi besar untuk proyek ini, termasuk biaya akuisisi dan pemasaran. Meski pembagian hasil tiket dengan pemilik bioskop membuat jalur bioskop tidak sepenuhnya menguntungkan, perusahaan menilai capaian awal ini sebagai fondasi penting sebelum film tersebut masuk ke layanan streaming Prime Video.

“Kami sangat gembira dengan awal yang kuat dan respons positif dari penonton, dengan pendapatan box office awal untuk ‘Melania’ melebihi ekspektasi kami,” kata Kepala distribusi teater domestik Amazon MGM, Kevin Wilson.

Dijelaskannya, momentum tersebut merupakan langkah awal dari siklus hidup jangka panjang film dan serial dokumenter Amazon MGM, yang diyakini akan terus berlanjut hingga penayangan di Prime Video.

Dari sisi penonton, Melania didominasi perempuan berusia di atas 45 tahun, dengan wilayah penonton terkuat justru datang dari kota-kota di luar pusat perfilman tradisional seperti New York dan Los Angeles. Menariknya, film ini mencatat perbedaan mencolok antara respons penonton dan penilaian kritikus, dengan skor tinggi dari penonton namun ulasan kritis yang rendah.

Analis box office David A. Gross menilai performa ini memiliki konteks berbeda dibandingkan film pada umumnya. Ia menyebut, “Sebagus apa pun pembukaan ini untuk sebuah film dokumenter, untuk film lain, pembukaan seperti ini — dengan biaya $75 juta dan potensi pasar luar negeri yang sangat kecil — akan menjadi masalah.” Namun, menurutnya, proyek ini lebih bersifat strategis ketimbang semata mengejar keuntungan. “Jika itu membantu Amazon dengan masalah regulasi, perpajakan, tarif, atau masalah pemerintah lainnya, maka itu akan terbayar; $75 juta tidak berarti apa-apa bagi Amazon,” ujar Gross.

Sementara itu, posisi puncak box office ditempati Send Help, film thriller bertahan hidup produksi Disney dan 20th Century. Film garapan Sam Raimi ini membukukan pendapatan US$20 juta dari 3.475 lokasi di Amerika Utara. Ditambah pendapatan internasional sebesar US$8,1 juta, total perolehan globalnya mencapai US$28 juta, menjadi awal yang solid untuk film beranggaran sekitar US$40 juta.

Di peringkat kedua, film indie Iron Lung mencetak performa impresif dengan pendapatan US$17,8 juta dari 3.015 bioskop. Film ini digarap oleh kreator YouTube Markiplier atau Mark Fischbach, yang juga berperan sebagai penulis, sutradara, produser, sekaligus pemeran utama. Gross menilai keberhasilan ini tak lepas dari basis penggemar digital sang kreator.

“Iron Lung adalah perpanjangan dari fenomena online Markiplier. Hal semacam ini terjadi beberapa kali dalam setahun ketika kegilaan penggemar datang ke bioskop dari media lain. Ini selalu menjadi kabar baik; ini mengguncang pasar dengan energi baru,” ujar dia.

Secara keseluruhan, pendapatan box office akhir pekan ini tercatat meningkat signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang terdampak cuaca ekstrem. Industri perfilman berharap momentum ini terus terjaga seiring deretan film blockbuster yang akan tayang dalam beberapa bulan ke depan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *