JAKARTA, wartametropolitan.com – Jisoo kembali menjadi sorotan publik. Anggota BLACKPINK itu dituding melakukan tindakan rasis terhadap rekan satu grupnya, Lisa, setelah sebuah unggahan viral memicu perdebatan sengit di media sosial.

Kontroversi ini mencuat pada 14 Februari 2026, ketika sebuah cuitan yang telah mengumpulkan lebih dari 67 ribu tanda suka menuding Jisoo menyebut Lisa dengan julukan “Monyet”. Unggahan tersebut menarasikan bahwa panggilan itu berkaitan dengan latar belakang Lisa sebagai artis asal Asia Tenggara.

Tuduhan tersebut segera menyebar luas dan memantik kemarahan warganet. Sebagian pengguna media sosial menilai tindakan tersebut sebagai bentuk rasisme yang serius. Namun, di sisi lain, penggemar Jisoo membantah keras tudingan itu dan menyebut potongan video yang beredar telah diambil di luar konteks.

Para penggemar menjelaskan bahwa dalam klip lengkapnya, Jisoo menyebut julukan tersebut karena Lisa kerap menggunakan emoji monyet, bukan merujuk pada aspek ras atau warna kulit. Mereka pun menyerukan pelaporan terhadap akun yang pertama kali menyebarkan narasi tersebut.

“Ini adalah pencemaran nama baik. Tolong lakukan sesuatu @officialBLISSOO,” tulis netizen.

Seruan tersebut menjadi salah satu respons yang ramai dibagikan. Bahkan, sejumlah penggemar mendesak agensi Jisoo, BLISSOO, untuk mengambil langkah hukum terhadap penyebaran informasi yang dinilai menyesatkan.

Di tengah polemik, muncul pula komentar lain yang menyoroti bahaya pengambilan pernyataan di luar konteks.

“Orang cenderung mengambil sesuatu di luar konteks,” tulis netizen.

Sementara itu, warganet lain menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan justru menyerang reputasi sang idola.

“Sejujurnya, itu hanya menunjukkan perilaku tidak ramah,” tulis netizen.

Tak hanya membela lewat bantahan, sebagian penggemar juga membagikan rekam jejak Jisoo yang sebelumnya mendukung artis Asia Tenggara melalui platform pribadinya. Mereka menilai tindakan tersebut bertolak belakang dengan tuduhan rasisme yang kini beredar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jisoo maupun BLISSOO terkait tuduhan tersebut. Namun, perdebatan masih terus berlangsung di jagat maya, memperlihatkan bagaimana satu potongan klip dapat memicu kontroversi luas di era digital.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya verifikasi informasi serta konteks sebelum menarik kesimpulan, terutama ketika menyangkut isu sensitif seperti rasisme yang dapat berdampak besar pada reputasi seseorang.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *