
JAKARTA, wartametropolitan.com – Hailey Bieber membagikan pengalaman kesehatan yang sempat mengguncang hidupnya pada 2022.
Dalam wawancara podcast terbaru bersama Jake Shane, dia mengungkap bagaimana diagnosis kondisi jantung langka membuatnya mengubah cara pandang terhadap kesehatan dan kehidupannya.
Model sekaligus pengusaha kecantikan 29 tahun ini diketahui mengalami stroke ringan beberapa tahun lalu. Setelah pemeriksaan lebih lanjut, dia didiagnosis memiliki cacat jantung bawaan yang berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani.
Dalam podcast Therapuss, Hailey menjelaskan kronologi kejadian yang membuatnya lebih memerhatikan kesehatan. Dia mengaku harus menjalani prosedur operasi untuk memperbaiki kelainan jantungnya itu.
“Beberapa tahun yang lalu, saya mengalami situasi medis yang gila. Saya mengalami stroke ringan. Kemudian saya mengetahui bahwa saya memiliki cacat jantung bawaan, jadi saya harus menjalani operasi, yang kedengarannya sangat gila, tetapi mereka melakukan operasi melalui selangkangan saya dan saya keluar masuk rumah sakit pada hari yang sama,” kata Hailey.
Pengalaman itu meninggalkan dampak emosional yang mendalam dan membuat Hailey menjadi jauh lebih peka terhadap kondisi tubuhnya dan lebih cermat memantau tanda-tanda kesehatan sekecil apa pun.
Setelah melalui masa sulit tersebut, istri penyanyi Justin Bieber itu mengaku semakin tertarik mempelajari dunia kesehatan, pengobatan, dan fungsi tubuh manusia. Ketertarikan itu bahkan memengaruhi perjalanan bisnisnya sebagai pendiri merek perawatan kulit Rhode.
“Saya sangat waspada terhadap tubuh saya dan sedikit lebih gugup tentang berbagai hal dan selalu memantaunya. Tetapi saya selalu sangat fokus dan tertarik pada kesehatan,” tutur dia.
Hailey juga mengaitkan obsesinya terhadap perawatan kulit dengan minatnya pada dunia medis. “Obsesi saya terhadap perawatan kulit juga berasal dari obsesi saya terhadap pengobatan,” ucap Hailey.
Kini, setelah melewati fase paling kritis dari kondisi jantung langkanya, Hailey menjadi salah satu figur publik yang vokal mendorong pentingnya memprioritaskan kesehatan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan gejala sekecil apa pun, karena deteksi dini bisa menjadi penentu keselamatan.
Pengalaman pribadi tersebut tidak hanya mengubah perspektif hidupnya, juga membentuk komitmennya untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan menginspirasi orang lain melakukan hal serupa.





