
JAKARTA, wartametropolitan.com – Dua Lipa mengungkapkan keprihatinannya terhadap cara publik dan media membahas kasus Jeffrey Epstein. Penyanyi asal Inggris ini menilai narasi yang berkembang justru mengabaikan penderitaan para korban.
Dalam podcast Service95 miliknya, pelantun “Levitating” itu mengungkap masalah ini saat berbincang dengan Roxane Gay. Dalam diskusi, Lipa menyoroti kecenderungan pembahasan yang lebih menitikberatkan pada sensasi dibandingkan esensi kasus.
Menurutnya, perhatian publik sering kali terseret pada detail yang mengejutkan serta keterlibatan nama-nama besar, alih-alih mengedepankan kisah dan kondisi korban.
“Cara kejahatan dilaporkan, dan bahasa yang digunakan, telah merugikan semua korban,” kata Dua Lipa.
Lebih lanjut, penyanyi 30 tahun itu mengingatkan bahwa sebagian besar korban dalam kasus tersebut masih berusia sangat muda. Ia menilai pendekatan pemberitaan saat ini tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya terjadi.
“Saya terus memikirkan semua cerita yang membahas tentang gadis-gadis di bawah umur dan pesta seks, daripada menulis tentang para korban yang merupakan anak-anak yang diperdagangkan,” katanya.
Dua Lipa juga menegaskan bahwa pola peliputan seperti itu berpotensi menutupi persoalan utama dan mengalihkan perhatian dari mereka yang terdampak langsung.
Isu ini kembali mencuat setelah dirilisnya dokumen-dokumen terbaru terkait kasus Epstein. Pernyataan Dua Lipa pun menambah perspektif baru dalam perdebatan publik mengenai bagaimana seharusnya kasus tersebut dibahas secara lebih berempati dan berkeadilan.





