JAKARTA, wartametropolitan.com – Konflik hukum antara Blake Lively dan Justin Baldoni terus menjadi sorotan industri hiburan global. Perseteruan ini disebut-sebut berdampak serius terhadap karier Lively di Hollywood.

Seorang eksekutif dari The Walt Disney Company menilai bahwa karier aktris 37 tahun itu telah “hancur” di tengah persiapannya menghadapi persidangan besar.

Pernyataan itu muncul di tengah pandangan bahwa industri tidak menunjukkan simpati terhadap situasi yang tengah dihadapi bintang serial Gossip Girl tersebut.

Konflik bermula dari gugatan yang diajukan Lively pada Desember 2024. Ia menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual serta tindakan pembalasan selama proses produksi film It Ends With Us. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Baldoni.

Tidak hanya membantah, Baldoni juga sempat melayangkan gugatan balik senilai 400 juta dolar AS. Meski demikian, gugatan tersebut telah ditolak oleh pengadilan pada Juni lalu.

Perkembangan terbaru dalam kasus ini menunjukkan bahwa hakim menolak tuduhan pelecehan seksual yang diajukan Lively. Dengan demikian, hanya tiga tuntutan yang dapat dilanjutkan ke persidangan, yakni pembalasan, pelanggaran kontrak, serta dugaan membantu dan bersekongkol dalam tindakan pembalasan.

Tim kuasa hukum Baldoni menyambut baik putusan tersebut.

“Kami bersyukur atas tinjauan yang cermat terhadap tuduhan yang sangat serius,”

Sementara itu, pihak Lively menegaskan bahwa keputusan hakim bukanlah kemenangan bagi Baldoni.

“Mereka berpendapat bahwa keputusan pengadilan didasarkan pada Lively yang dianggap sebagai kontraktor independen dan bukan karyawan, dan bersikeras bahwa itu “bukan karena para terdakwa tidak melakukan kesalahan.””

Di sisi lain, Lively disebut siap memberikan kesaksian di pengadilan. Ia berharap proses persidangan dapat membuka fakta terkait dugaan pembalasan, termasuk serangan daring yang disebutnya berlangsung secara “kejam”.

Karena tidak tercapainya kesepakatan damai, kedua pihak dijadwalkan akan bertemu di persidangan pada 18 Mei mendatang. Proses hukum ini pun menarik perhatian luas, terlebih setelah nama Taylor Swift ikut disebut dalam tahap awal persidangan.

Kini, publik dan pelaku industri hiburan menanti jalannya sidang untuk melihat apakah penilaian keras mengenai masa depan karier Blake Lively akan terbukti atau justru berbalik arah.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *