JAKARTA, wartametropolitan.com – Di antara banyak kisah penting yang membentuk perjalanan Flash di dunia DC Comics, ada satu cerita yang hingga kini masih menjadi misteri bagi para penggemar. Cerita tersebut bukan karena gagal direncanakan, melainkan karena tidak pernah benar-benar ditulis meski telah diisyaratkan selama bertahun-tahun.

Misteri itu bermula ketika penulis komik Mark Waid mengambil alih seri Flash pada 1992. Selama masa kepemimpinannya, Waid menghadirkan berbagai perubahan besar yang mengukuhkan posisi Wally West sebagai penerus Barry Allen. Ia memperkenalkan konsep Speed Force, membangun kembali keluarga Flash, hingga membawa hubungan Wally West dan Linda Park menuju pernikahan.

Namun di balik berbagai kisah ikonik tersebut, tersimpan satu rencana cerita yang tak pernah terwujud. Kisah itu berfokus pada alasan mengapa Wally West memiliki ketidaksukaan mendalam terhadap perjalanan waktu.

Petunjuk pertama muncul dalam edisi Flash #0 yang terbit sebagai bagian dari peristiwa Zero Hour. Saat terjebak di luar aliran waktu dan menyaksikan potongan-potongan kehidupannya sendiri, Wally hanya mengucapkan satu kalimat singkat. “Aku benci perjalanan waktu.”

Saat itu, pembaca menganggapnya sebagai komentar biasa. Namun seiring berjalannya waktu, kalimat tersebut ternyata merupakan petunjuk menuju cerita yang lebih besar.

Lima tahun kemudian, misteri tersebut kembali disinggung dalam Flash #155. Dalam cerita itu, Wallace West dari garis waktu alternatif menjelaskan salah satu alasan yang sama-sama dimiliki dirinya dan Wally West.

“Kami membenci perjalanan waktu karena hal mengerikan yang terjadi pertama kali kami mencobanya sendiri.”

Meski menjadi petunjuk terbesar yang pernah diberikan, penjelasan lengkapnya tak pernah muncul dalam komik. Selama bertahun-tahun, penggemar terus berspekulasi mengenai tragedi yang dimaksud.

Jawaban baru muncul pada 2010 ketika Mark Waid menghadiri panel Long Beach Comic Con. Dalam kesempatan tersebut, ia akhirnya mengungkap konsep cerita yang sejak lama disimpannya.

Menurut Waid, cerita itu akan dimulai ketika Wally mengetahui bahwa dirinya mampu melakukan perjalanan waktu. Pada saat yang hampir bersamaan, seorang teman sekolahnya meninggal akibat kecelakaan tragis. Wally kemudian mencoba menggunakan kemampuannya untuk mengubah masa lalu dan menyelamatkan temannya.

Namun setiap upaya yang dilakukan selalu berakhir dengan kegagalan.

“Saya selalu ingin menceritakan kisah tentang momen ketika Wally mengetahui dari Barry Allen bahwa dia dapat melakukan perjalanan waktu. Yang ingin saya buat adalah seminggu sebelumnya, salah satu teman sekelasnya tewas dalam kecelakaan aneh. Jadi Wally memanfaatkan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Jadi dia kembali ke masa lalu dan dia…”

“Ia mengalami kesulitan. Dan ia kembali lagi dan gagal. Dan ia kembali lagi dan gagal. Dan kemudian ada banyak Kid Flash yang berbeda berlarian, saling bertabrakan untuk mencoba memperbaiki ini. Ia akhirnya menyadari, “Aku tidak bisa memperbaiki ini.” Ada beberapa hal yang tidak bisa diubah. Ia menerima itu, tetapi ia membenci perjalanan waktu setelah itu.”

Konsep tersebut dianggap menarik karena memperlihatkan sisi emosional Wally West yang jarang dieksplorasi. Cerita itu juga menjelaskan mengapa sang pahlawan memilih berhati-hati terhadap perubahan masa lalu meski memiliki kemampuan untuk melakukannya.

Banyak penggemar kemudian melihat kemiripan ide tersebut dengan Flashpoint, salah satu cerita Flash paling terkenal yang terbit bertahun-tahun kemudian. Dalam Flashpoint, Barry Allen mengubah masa lalu demi menyelamatkan ibunya, tetapi tindakannya justru menciptakan realitas yang jauh lebih buruk.

Hingga kini, kisah tentang tragedi pertama perjalanan waktu Wally West tetap menjadi salah satu cerita DC Comics yang tidak pernah diterbitkan. Meski hanya hidup dalam penjelasan sang pencipta, cerita tersebut masih dianggap sebagai bagian penting dari sejarah karakter Flash dan terus menjadi bahan perbincangan penggemar hampir tiga dekade setelah pertama kali diisyaratkan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *