
JAKARTA, wartametropolitan.com – François Letexier kembali menjadi perhatian publik sepak bola dunia setelah memimpin pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina. Wasit asal Prancis tersebut menuai kritik menyusul sejumlah keputusan kontroversial, termasuk penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dan tidak diberikannya hadiah penalti kepada Mesir dalam laga yang berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2.
Kontroversi tersebut memicu reaksi keras dari kubu Mesir. Pelatih Hossam Hassan secara terbuka mengkritik kepemimpinan Letexier yang dinilai merugikan timnya pada pertandingan fase gugur turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Bagi pencinta sepak bola Indonesia, nama François Letexier bukanlah sosok yang asing. Jauh sebelum menjadi sorotan di Piala Dunia 2026, wasit berusia 37 tahun itu pernah memimpin pertandingan play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas Indonesia melawan Guinea.
Dalam pertandingan tersebut, Letexier menjadi pusat perhatian karena sejumlah keputusan yang memicu perdebatan. Ia memberikan hadiah penalti kepada Guinea, menolak protes para pemain Indonesia, serta mengeluarkan kartu merah kepada pelatih Shin Tae-yong. Keputusan-keputusan tersebut sempat menuai reaksi luas dari suporter Indonesia.
Di balik kontroversi yang kerap mengiringinya, Letexier memiliki rekam jejak yang mentereng di level internasional. Pria kelahiran Bédée, Prancis, pada 23 April 1989 itu mengantongi lisensi wasit FIFA sejak 2017.
Sebelum dikenal sebagai salah satu wasit elite Eropa, Letexier berkarier sebagai juru sita pengadilan (commissaire de justice) di Prancis. Profesi tersebut kemudian berjalan beriringan dengan kiprahnya di dunia perwasitan hingga menembus kompetisi level tertinggi.
Karier Letexier terus menanjak di bawah naungan UEFA. Ia dipercaya memimpin berbagai pertandingan bergengsi, termasuk Final Euro 2024 yang mempertemukan Spanyol dan Inggris. Selain itu, ia juga menjadi pengadil lapangan pada ajang Piala Super UEFA 2023.
Meski memiliki pengalaman memimpin laga-laga besar Eropa, keputusan François Letexier di sejumlah pertandingan penting masih kerap menjadi bahan perdebatan.






