JAKARTA, wartametropolitan.com – Kunjungan resmi pertama Pangeran William ke kota pesisir Hastings, East Sussex, Inggris, menghadirkan dua momen yang kontras. Pada satu momen, Pangeran Wales itu sempat mengundang tawa saat bermain golf mini. Namun di sisi lain, dia mendengarkan langsung keresahan para nelayan yang mengaku hasil tangkapan ikan terus menurun akibat berbagai faktor lingkungan dan aktivitas perikanan.

Kunjungan diawali dengan agenda santai di Hastings Adventure Miniature Golf, arena yang baru saja menjadi tuan rumah Kejuaraan Golf Miniatur Dunia 2026. Di lokasi tersebut, William menjajal tiga lintasan golf mini bersama Murray Thompson, salah satu pegolf mini terbaik Inggris.

Suasana penuh keakraban tercipta ketika salah satu pukulan William meleset dari sasaran. Bola yang dipukulnya justru melewati lubang sehingga memancing gelak tawa. Sang pangeran pun spontan berkata, “Ups!”

William juga berbincang dengan pasangan pemain golf mini lokal, David dan Marian Harley, yang menekuni olahraga tersebut setelah memasuki masa pensiun. Melihat lokasi arena yang berada tepat di tepi pantai, ia berkomentar, “Jika ini ada di depan pintu rumah Anda, Anda harus menggunakannya.”

Ketika menyaksikan Murray Thompson berhasil mencetak tiga hole-in-one secara beruntun, William kembali melontarkan kekagumannya. “Anda membuatnya terlihat sangat mudah.”

Setelah agenda olahraga ringan, fokus kunjungan bergeser ke sektor perikanan yang menjadi denyut kehidupan Hastings. Kota pesisir tersebut dikenal memiliki armada kapal penangkap ikan terbesar di Inggris yang beroperasi langsung dari bibir pantai.

Di atas kapal penangkap ikan Senlac Jack, William berdialog dengan para nelayan mengenai tantangan yang mereka hadapi. Ia secara langsung menanyakan penyebab berkurangnya hasil tangkapan.

“Apa teori Anda mengapa tidak ada ikan?” katanya.

Para nelayan menjelaskan bahwa menurunnya populasi ikan dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari meningkatnya suhu laut, kehadiran kapal penangkap ikan komersial berukuran besar, perkembangan teknologi penangkapan ikan, hingga praktik penangkapan berlebihan. Kondisi tersebut membuat hasil tangkapan terus menurun dan berdampak pada keberlangsungan mata pencaharian mereka.

Pembuat jaring ikan, Steven Gurka, turut menyampaikan bahwa sejumlah nelayan bahkan kembali ke daratan tanpa membawa cukup ikan untuk dipasarkan. Situasi itu menjadi gambaran nyata tantangan yang kini dihadapi industri perikanan tradisional di Hastings.

Selain bertemu komunitas nelayan, William juga mengunjungi sebuah badan amal bersejarah yang memiliki tradisi unik. Para anggotanya membawa cangkang kerang di dalam saku sebagai tanda keanggotaan dan dapat diminta sewaktu-waktu untuk menunjukkannya sebagai bukti identitas.

Dalam kesempatan itu, William mendapat informasi bahwa mendiang Ratu Elizabeth II serta mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pernah tercatat sebagai anggota kehormatan organisasi tersebut. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pangeran William untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir sekaligus memahami tantangan yang mengancam masa depan sektor perikanan Inggris.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *