
JAKARTA, wartametropolitan.com – Platform streaming musik Spotify kembali menjadi sorotan setelah penyanyi asal Selandia Baru, Lorde, melayangkan kritik terhadap fitur kecerdasan buatan (AI) bertajuk “About the Song”. Fitur yang masih berada dalam tahap uji coba itu dinilai menghasilkan informasi yang tidak akurat mengenai karya musisi.
Kontroversi bermula ketika fitur AI Spotify menampilkan ringkasan yang keliru terkait salah satu lagu Lorde. Teknologi tersebut mengumpulkan informasi dari berbagai sumber di internet untuk memberikan konteks tambahan kepada pendengar mengenai sebuah lagu.
Dalam kasus Lorde, AI mengambil informasi dari sebuah situs musik Australia dan mengaitkan deskripsi penampilan panggung dalam tur Ultrasound dengan lagu yang salah. Ringkasan tersebut juga memuat narasi mengenai aksi panggung yang menurut penyanyi berusia 29 tahun itu tidak sesuai dengan konteks lagu yang dimaksud.
Lorde kemudian mengunggah tangkapan layar hasil AI tersebut melalui Instagram Story. Ia menilai fitur itu bukan hanya menyampaikan informasi yang tidak akurat, tetapi juga mengurangi kebebasan pendengar dalam memaknai sebuah karya musik.
“Saya akan mengatakan bahwa kita tidak menginginkan ini,” tulis penyanyi itu.
Selain mengoreksi kesalahan informasi, Lorde juga meminta Spotify memberikan pilihan kepada para musisi untuk menolak penggunaan fitur AI pada karya mereka. Menurutnya, makna sebuah lagu seharusnya tidak ditentukan oleh ringkasan yang dihasilkan mesin.
Polemik ini kembali memunculkan perdebatan mengenai penggunaan kecerdasan buatan di industri musik. Sejumlah kreator menilai AI berpotensi mengaburkan konteks karya sekaligus mengurangi ruang interpretasi yang selama ini menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati musik.
Lorde bukan satu-satunya musisi yang menyuarakan kekhawatiran terhadap perkembangan AI. Sebelumnya, penyanyi R&B asal Amerika Serikat, SZA, juga mengungkapkan keresahannya terhadap penggunaan teknologi tersebut dalam industri hiburan.
Menurut SZA, tantangan terbesar bukan berasal dari sesama penyanyi, melainkan dari kecenderungan memanfaatkan AI untuk menggantikan proses kreatif manusia. Ia menilai pengalaman hidup yang membentuk karya seorang seniman tidak akan pernah bisa sepenuhnya direplikasi oleh mesin.
Hingga kini, Spotify masih menguji fitur “Tentang Lagu” kepada sebagian pengguna sejak pertama kali diperkenalkan dalam versi beta pada Februari 2026. Perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan Lorde maupun perdebatan mengenai penggunaan AI dalam penyajian informasi musik.





