JAKARTA, wartametropolitan.com – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan tontonan keluarga melalui Film Pramuka, sebuah karya yang memadukan petualangan, aksi, dan pesan pendidikan karakter. Film ini mengangkat nilai keberanian, kepemimpinan, disiplin, gotong royong, hingga kepedulian sosial sebagai bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Cerita berpusat pada Panji dan rekan-rekannya yang mengikuti perkemahan Penggalang. Perjalanan yang semula menjadi kegiatan kepramukaan berubah menjadi petualangan menegangkan setelah mereka tersesat di dalam hutan dan tanpa sengaja menemukan lokasi persembunyian sindikat penculik anak.

Berbekal keterampilan yang diperoleh dari kegiatan Pramuka, kelompok tersebut berusaha menyelamatkan adik Panji yang menjadi korban penculikan. Dalam prosesnya, mereka juga berupaya membebaskan anak-anak lain yang ditahan oleh sindikat tersebut dengan mengandalkan kecerdikan, keberanian, dan kerja sama.

Alur cerita yang dipenuhi aksi sekaligus ketegangan itu memperlihatkan bahwa pendidikan kepramukaan tidak berhenti pada aktivitas berkemah. Nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka, seperti tanggung jawab, kepemimpinan, disiplin, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama menjadi fondasi utama yang menggerakkan perjalanan para tokohnya.

Peluncuran film tersebut dihadiri Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Nugroho, jajaran pimpinan Kwarnas, Ketua Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang Jabodetabek, serta produser Alamanda Pictures Amanda Latief, sutradara Alex Latief, dan para pemain.

Budi Waseso memberikan apresiasi terhadap kolaborasi Alamanda Pictures dan Kwarnas Gerakan Pramuka yang menghadirkan film bertema kepramukaan sebagai media edukasi bagi masyarakat.

“Film Pramuka merupakan langkah yang patut kita dukung bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter bangsa melalui media kreatif. Kami berharap film ini tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi tuntunan yang menginspirasi,” kata Budi.

“Film ini memperkenalkan wajah Gerakan Pramuka yang sesungguhnya, bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan berkemah atau memakai seragam, melainkan proses pendidikan yang membentuk karakter, kepemimpinan, kecakapan hidup, kepedulian sosial, serta cinta tanah air dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tuturnya lagi.

Dijelaskan lebih lanjut, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, film menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda. Melalui kekuatan cerita dan visual, perfilman mampu menginspirasi sekaligus membangun karakter bangsa dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak dan keluarga.

Sementara, Amanda mengatakan bahwa film Pramuka lahir dari keinginan menghadirkan tontonan keluarga Indonesia yang tidak hanya menyajikan petualangan dan aksi, juga menyampaikan pesan tentang pentingnya keberanian, persahabatan, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kami percaya sebuah film dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Melalui kisah petualangan anak-anak Pramuka, kami ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai kepramukaan merupakan bekal kehidupan yang relevan untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia nyata,” ujar dia.

Peluncuran film Pramuka juga memiliki makna istimewa karena berlangsung pada tahun peringatan Hari Pramuka ke-65, sekaligus menjelang penyelenggaraan Jambore Nasional XII 2026, yang mengusung tema Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.

Tema ini mencerminkan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui kolaborasi antara dunia perfilman dan Gerakan Pramuka, diharapkan semakin banyak karya kreatif yang mampu menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Budi Waseso juga mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka di Indonesia untuk mendukung film ini agar pesan-pesan positif yang terkandung di dalamnya dapat menjangkau masyarakat luas serta memperkuat citra Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal yang relevan dengan perkembangan zaman.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *