JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Liburan akhir tahun Amanda Manopo seketika berubah menjadi teror di film Dusun Mayit. Bermula dari Aryo, Yuni, Nita dan Raka, empat mahasiswa yang mendaki Gunung Welirang untuk mengisi liburan. Namun, petualangan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika Nita menemukan sesajen di sana dan terjatuh ke sebuah telaga.

Setelah kejadian itu, Nita berubah. Ia menjadi seperti bukan dirinya sendiri, menyeringai seram, dan mengucapkan kata-kata berbahasa Jawa, “Siji, loro, telu…
Sing podo teko, lali dalan mulih.”

Khawatir pada keadaan Nita, Amanada Manopo yang berperan sebagai Yuni dan teman-temannya memutuskan untuk turun dari gunung. Tetapi, jalan pulang sulit ditemukan. Mereka tersesat. Jalan seperti berputar di tempat yang sama, hingga mereka bertemu pasar gaib, sosok seram, pagelaran wayang yang janggal, dan ilalang tak berujung yang menjebak mereka.

Dengan bantuan Mbah Surop, seorang kakek misterius, mereka tahu jika mereka sedang berada di Dusun Mayit, sebuah desa gaib yang menuntut tumbal dan Nita telah ditandai sebagai tumbal. Akankah mereka bisa menyelamatkan Nita? Akankan mereka bisa pergi dari desa itu dan pulang dengan selamat? Atau mereka akan terjebak selamanya?

Amanda Manopo pun merasakan perbedaan ketika membintangi film horor ini. Dia merasakan tantangan baru, yang sebelumnya mengaku belum berencana membintangi film bergenre horor.

Amanda Manopo mengatakan bahwa keputusannya menerima tawaran bermain dalam Dusun Mayit ini tidak lepas dari peran sutradara Rizal Mantovani serta produser Rocky Soraya. Pertemuan awal membuka ruang diskusi tentang cerita yang ditawarkan, hingga akhirnya Amanda merasa yakin untuk terlibat dalam proyek berdurasi panjang tersebut.

“Waktu itu aku dengan Pak Rocky meeting dulu dan selalu menawarkan cerita-cerita yang menarik. Jujur aku gak mau ambil horor dulu tapi karena Pak Rocky yang nawarin, aku tanya siapa yang direct? Oh Mas Rizal, aku sudah pernah seproject tapi pendek dan aku mau kerja yang cukup lama dengan Mas Rizal,” kata Amanda Manopo.

Sutradara Rizal Mantovani juga menyampaikan ketertarikannya sejak pertama kali menerima naskah Dusun Mayit dari Rocky Soraya. Menurutnya, kekuatan cerita terletak pada pendekatan realistis yang dekat dengan pengalaman banyak orang, khususnya aktivitas mendaki gunung yang menyimpan risiko fisik dan mental.

“Film ini sangat menarik saat mendapat skrip dari pak Rocky yang soal naik gunung. Memang naik gunung itu ada tiga syarat yaitu secara fisik, equipment juga harus pas dan mental. Nah, ternyata salah satu dari mereka ini mentalnya belum siap dan menjadi titik seru dari film ini,” ucap Rizal.

Sementara, Rocky Soraya berusaha konsisten memberikan hiburan menarik kepada pencinta film di Indonesia. Lewat Hitmaker Studios, Rocky sukses melahirkan deretan
film box office, seperti The Doll, Mata Batin, Sabrina, hingga Indigo. Lahirnya Dusun Mayit, memberikan sisi berbeda, kisah yang dekat dan relevan.

“Kami selalu ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan budaya, tapi tetap relevan buat penonton sekarang,” ujar Rocky.

Dusun Mayit sendiri diangkat dari thread viral karya JeroPoint dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 31 Desember 2025, tepat di momen liburan akhir tahun.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *