JAKARTA, wartametropolitan.com – Penampilan EJAE bersama HUNTR/X di ajang BAFTA ternyata menyisakan cerita yang tidak terlupakan. Pengisi suara Rumi dalam KPop Demon Hunters itu mengaku sempat kehilangan konsentrasi ketika bertatapan langsung dengan Leonardo DiCaprio di tengah penampilannya.

Momen itu terjadi saat EJAE membawakan lagu “Golden” bersama Audrey Nuna dan Rei Ami dalam acara penghargaan yang berlangsung pada Februari 2026. Salah satu bagian tersulit dalam lagu itu justru menjadi titik ketika konsentrasinya buyar.

EJAE mengungkapkan pengalaman tersebut kepada The Times. Ia mengaku penampilannya di BAFTA masih terbayang hingga kini karena sempat mengalami masalah ketika menyanyikan salah satu nada tinggi.

“BAFTA terus menghantui saya,” ujarnya kepada The Times.

Menurut EJAE, gangguan tersebut terjadi sesaat sebelum dirinya mencapai bagian nada tinggi pada lirik “born to be”. Saat itu, pandangannya bertemu dengan DiCaprio yang berada di antara penonton.

“Saya melakukan kesalahan. Suara saya sempat sedikit pecah di bagian nada tinggi. Leonardo DiCaprio ada [di antara penonton] tepat di depan saya dan dia tidak tersenyum,” tutur dia.

Tatapan aktor tersebut disebut membuat EJAE semakin gugup. Tekanan tampil di depan banyak selebritas ternama ditambah momen kontak mata dengan DiCaprio membuat penyanyi tersebut kehilangan fokus pada bagian yang justru membutuhkan konsentrasi tinggi.

“Itulah yang membuat saya kehilangan fokus. Dia membuat saya sangat gugup. Tampil di hadapan begitu banyak selebritas papan atas saja sudah sangat menegangkan, lalu saya mendongak dan bertatapan mata dengan Leonardo DiCaprio? Ayolah.”

Situasi tersebut semakin mudah terjadi karena posisi Leonardo DiCaprio berada di area penonton yang memiliki pandangan langsung ke arah para pengisi acara. Kehadirannya malam itu juga cukup menonjol karena ia menjadi salah satu bintang utama film One Battle After Another.

Film tersebut menjadi salah satu pemenang besar dalam ajang BAFTA dengan membawa pulang enam penghargaan, termasuk kategori Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Meski sempat mengalami momen kurang sempurna di BAFTA, EJAE tidak membiarkan pengalaman itu mengganggu penampilan berikutnya. Hanya beberapa hari kemudian, ia kembali tampil dalam ajang Brit Awards.

Kali ini, EJAE merasa jauh lebih rileks. Perbedaan suasana penonton membuatnya lebih mudah menikmati penampilan dan mengembalikan kepercayaan dirinya.

Ia mengatakan tampil di depan penggemar terasa berbeda dibandingkan berada di ruangan yang dipenuhi selebritas papan atas. Dukungan penonton muda justru membuatnya merasa lebih nyaman ketika harus tampil di atas panggung.

“Karena saat itu saya tampil untuk para penggemar—anak-anak muda yang bersorak, ‘Rumi, kamu pasti bisa!’—saya tidak menyangka kalimat itu akan terasa begitu menghangatkan hati dan sangat membantu.”

Pengalaman EJAE tersebut menunjukkan bahwa tekanan tampil di panggung besar tidak selalu datang dari teknis pertunjukan. Bahkan, kehadiran seorang bintang terkenal yang berada di antara penonton bisa membuat seorang penyanyi kehilangan fokus, terutama ketika harus melewati bagian vokal yang paling menantang.

Meski demikian, EJAE mampu bangkit dalam waktu singkat. Penampilan di Brit Awards menjadi pembuktian bahwa dukungan penggemar dapat menjadi sumber kepercayaan diri setelah mengalami momen yang kurang sempurna di panggung besar.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *