JAKARTA, wartametropolitan.com – Dunia hiburan pernah menjadi panggung yang memperkenalkan Ade Fitrie Kirana kepada masyarakat. Namun, seiring waktu, artis yang pernah membintangi sejumlah sinetron seperti Islam KTP, Bintang, Anak Menteng hingga Dia Bukan Anakku itu memilih memperluas kiprahnya ke dunia usaha dan pemberdayaan perempuan serta anak.

Ade mengatakan perjalanannya sebagai pengusaha dimulai sejak 2000. Selama lebih dari dua dekade dia menekuni bisnis. Langkah itu membuatnya menemukan satu prinsip yang terus dijadikan pegangan, yakni kesediaan untuk belajar dan beradaptasi.

Bagi Ade, menjadi pengusaha bukan berarti seseorang telah menguasai seluruh pengetahuan tentang bisnis. Justru dinamika dunia usaha menuntut pelakunya untuk selalu memperbarui wawasan, mulai dari membaca kebutuhan konsumen hingga memahami perubahan teknologi.

“Menjadi pengusaha bukan berarti kita sudah tahu segalanya. Justru setiap hari selalu ada hal baru yang bisa dipelajari, mulai dari memahami pasar, membangun relasi, sampai mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Ade saat ditemui di Jakarta.

Pengalaman panjang di dunia usaha membuat Ade melihat bahwa modal bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberlangsungan bisnis. Kemampuan membaca perubahan dan menyesuaikan strategi juga menjadi bagian penting agar usaha tetap dapat bertahan.

Perubahan pola konsumsi masyarakat, kemunculan tren baru, serta perkembangan platform digital menjadi tantangan yang menurutnya harus dihadapi secara terbuka. Alih-alih menghindarinya, pengusaha perlu memahami perubahan tersebut untuk menemukan peluang baru.

Ade menilai rasa ingin tahu merupakan modal penting bagi seseorang yang ingin mengembangkan usaha. Kebiasaan mencari pengetahuan baru dapat membantu pelaku bisnis memahami kebutuhan pasar sekaligus melahirkan gagasan yang lebih relevan.

Menurut dia, kemampuan tersebut semakin penting di tengah perubahan dunia usaha yang berlangsung cepat. Bisnis yang tidak mengikuti perkembangan berisiko tertinggal karena kebutuhan konsumen dan cara masyarakat berinteraksi dengan produk terus berubah.

Kesempatan perempuan untuk meningkatkan kemampuan pun kini semakin terbuka. Ade melihat banyak sarana yang dapat dimanfaatkan, mulai dari pelatihan dan seminar hingga kelas daring serta komunitas bisnis.

Kemudahan akses terhadap berbagai sumber pembelajaran membuat perempuan memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan kapasitas dan membangun kemandirian melalui dunia usaha.

Bagi Ade, proses belajar tidak terbatas pada pendidikan formal. Pengalaman saat menjalankan usaha, menghadapi kegagalan, maupun berdiskusi dengan orang lain dapat menjadi sumber pengetahuan yang sama pentingnya.

Pengalaman tersebut justru dapat membentuk karakter dan ketangguhan seorang pengusaha ketika menghadapi persoalan bisnis. Setiap tantangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.

Semangat belajar secara berkelanjutan pun dipandang Ade sebagai investasi jangka panjang. Pengetahuan yang terus bertambah akan membantu seseorang menghadapi perubahan sekaligus membuka peluang untuk berkembang.

Lewat perjalanan di dunia usaha dan aktivitas pemberdayaan perempuan, Ade berharap semakin banyak perempuan berani meningkatkan kemampuan dan mengambil kesempatan untuk membangun masa depan melalui kewirausahaan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *