
JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Lady Gaga ditanya tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang menjelajah industri musik. Namun, penyanyi nyentrik ini mengaku manusia lebih baik dan tidak mengkhawatirkan masalah itu.
“Manusia tidak akan ketinggalan zaman. Musik pop bisa sangat halus dan matematis, tetapi tetap membutuhkan disiplin dan kedalaman,” kata Lady Gaga.
“Jika saya harus merangkum dua tahun terakhir, dalam satu kata, itu adalah ‘keahlian’. Belajar, rasa ingin tahu, dan menjaga kesederhanaan membantu saya agar tidak tersesat. MAYHEM banyak mengajari saya,” dan meskipun tidak semua album mengajarkan hal yang sama, bagi saya musik adalah guru terbaik saya,” tutur dia lagu.
Namun, dalam perluasan tanggapan tersebut, dia melontarkan pernyataan mengejutkan bahwa AI tidak baik untuk industri ini.
“Saat ini saya tahu dengan pasti bahwa, ketika Anda memberikan versi terbaik Anda secara otentik—dalam setiap instrumen, melodi, lirik, dan suara—tidak ada keraguan apakah Anda telah memberikan yang terbaik. Memanipulasi kebenaran agar orang lain lebih memahami Anda adalah kontraproduktif,” ujar dia.
“Artis favorit saya selalu mereka yang di luar gaya atau estetika, menunjukkan siapa mereka sebenarnya,” kata Gaga.
Pada kesempatan ini, dia juga berbicara tentang kemungkinan kolaborasi dengan The Weeknd. Namun, dia tidak merinci hal tersebut.
“Saya menyukai Abel, dan hanya itu yang akan saya katakan. Saya penggemar beratnya,” ucap Gaga.





