JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Kate Middleton diserang teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), di mana foto Putri Walas dimanipulasi AI yang secara keliru menggambarkan sosok publik ini dalam konten yang tidak pantas.

Awalnya, sebuah gambar menjadi viral, menampilkan sosok menyerupai Kate Middleton dengan busana minim, yang dihasilkan menggunakan Grok, chatbot kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan platform media sosial X milik Elon Musk. Temuan ini memicu perhatian serius regulator di Inggris terkait potensi pelanggaran keselamatan daring.

Kontroversi bermula ketika sejumlah pengguna menemukan bahwa teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk memanipulasi foto-foto asli yang tersedia secara publik. Dengan cara tersebut, gambar perempuan dapat diubah seolah-olah tidak mengenakan pakaian atau ditempatkan dalam situasi bermuatan seksual. Kate Middleton dilaporkan menjadi salah satu dari ribuan perempuan dan anak-anak yang terdampak, sehingga memperkuat kekhawatiran atas penyalahgunaan teknologi AI.

Badan pengawas media Inggris, Ofcom telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang menilai apakah platform tersebut mematuhi undang-undang keselamatan daring. Seorang juru bicara Ofcom mengatakan bahwa badan pengawas tersebut telah melakukan “kontak mendesak” dengan X dan cabang AI-nya, xAI.

“Menangani bahaya daring ilegal dan melindungi anak-anak tetap menjadi prioritas mendesak bagi Ofcom,” kata juru bicara tersebut.

“Kami menyadari kekhawatiran serius yang muncul tentang fitur di Grok di X yang menghasilkan gambar orang tanpa busana dan gambar anak-anak yang berbau seksual. Berdasarkan tanggapan mereka, kami akan melakukan penilaian cepat untuk menentukan apakah ada potensi masalah kepatuhan yang perlu diselidiki,” tutur pernyataan itu.

Menteri Teknologi Inggris Liz Kendall pun mendesak tindakan segera dan mendorong Ofcom untuk mengambil tindakan penegakan hukum yang dianggap perlu.

“Kami tidak dapat dan tidak akan membiarkan proliferasi gambar-gambar yang merendahkan dan merendahkan ini, yang secara tidak proporsional ditujukan untuk wanita dan anak perempuan,” katanya dalam sebuah pernyataan.The Guardian “Jangan salah, Inggris tidak akan mentolerir proliferasi materi yang menjijikkan dan kasar secara online. Kita semua harus bersatu untuk membasminya,” ucap Kendall dikutip people.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *