
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemenuhan hak kesehatan anak di Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan besar. Layanan kesehatan yang layak, ramah anak dan berkelanjutan belum sepenuhnya dirasakan secara merata, khususnya oleh anak-anak dari keluarga rentan dan wilayah terpencil.
Ketimpangan tersebut terlihat dari keterbatasan fasilitas kesehatan, kendala pembiayaan hingga belum optimalnya pendampingan kesehatan mental serta pemantauan tumbuh kembang anak. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pemenuhan hak kesehatan anak belum menjadi prioritas sistemik, meskipun kesehatan sejak usia dini merupakan fondasi penting bagi kualitas generasi masa depan.
Permasalahan ini membuat Ade Fitrie Kirana konsisten menyuarakan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak, terutama di bidang kesehatan. Dengan pendekatan inklusif, Ade memandang kesehatan anak tidak semata persoalan medis, melainkan tanggung jawab bersama antara negara, keluarga dan masyarakat.
Menurut Ade Fitrie Kirana, hak kesehatan anak tidak boleh dibatasi oleh status ekonomi, latar belakang sosial, maupun kondisi geografis. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar, bukan privilese yang hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu.
“Anak tidak boleh tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi atau akses. Kesehatan adalah hak dasar, bukan privilese,” ujar Ade.
Ia juga menekankan bahwa layanan kesehatan anak harus mencakup aspek fisik dan mental secara menyeluruh, karena keduanya saling berkaitan dalam proses tumbuh kembang anak. Sebagai solusi, Ade mendorong penguatan layanan kesehatan yang inklusif dan ramah anak melalui sinergi lintas sektor.
Ade menilai kolaborasi antara keluarga, komunitas, tenaga kesehatan, serta lembaga layanan publik menjadi kunci agar anak memperoleh pendampingan kesehatan yang berkelanjutan. Selain itu, Ade menekankan pentingnya pendekatan preventif dan edukatif, tidak hanya berfokus pada pengobatan saat sakit, tetapi juga pada pencegahan, pemantauan tumbuh kembang, serta dukungan kesehatan mental sejak dini.
Lebih jauh, Ade meyakini bahwa ketika anak tumbuh sehat dan merasa dilindungi, mereka akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara optimal. Pemenuhan hak kesehatan anak, menurutnya, adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.
“Melindungi kesehatan anak berarti menjaga masa depan bersama,” ucap Ade.





