JAKARTA, wartametropolitan.com – BTS akhirnya membuka sisi lain perjalanan comeback mereka melalui dokumenter terbaru bertajuk BTS: The Return. Film ini menyoroti proses panjang selama delapan bulan dalam mempersiapkan album terbaru mereka, ARIRANG, setelah sempat vakum selama empat tahun.

Dokumenter tersebut mengungkap berbagai dinamika di balik layar, mulai dari tekanan, perbedaan pendapat, hingga keraguan yang sempat menyelimuti para anggota. Alih-alih berjalan mulus, proses kreatif justru dipenuhi tantangan yang jarang diketahui publik.

Keraguan di Balik Lagu Utama

Salah satu sorotan utama adalah lagu “SWIM” yang dipilih sebagai track unggulan. Lagu ini ternyata sempat menuai keraguan dari para anggota sendiri karena dianggap tidak sesuai dengan karakter musik mereka.

“Lagunya agak kalem, jadi ini sudah sangat berbeda dari gaya kami biasanya,” aku RM. Kemudian, ia menegaskan lagi: “terasa agak lesu.”

Pendapat serupa juga disampaikan Jung Kook yang mengatakan, “Seluruh lagu terasa seperti itu.”

Sementara V menilai arah lagu tersebut tidak sesuai ekspektasi publik terhadap grupnya.

“Ini kebalikan dari apa yang diharapkan orang dari kami.”

Keraguan juga datang dari J-Hope yang mengaku belum sepenuhnya yakin dengan lagu tersebut.

“Aku akan sedikit ragu sebelum memutar lagu ini untuk seseorang.”

Di tengah perdebatan, Suga mengingatkan bahwa keraguan bukan hal baru bagi mereka.

“‘Kami juga tidak yakin dengan ‘Dynamite’,” SUGA mengingatkan mereka.”

Pernyataan itu menjadi refleksi bahwa keputusan berisiko justru pernah membawa mereka pada kesuksesan besar.

Konsep Album dan Tekanan Besar

Tak hanya lagu, konsep album ARIRANG juga sempat menjadi perdebatan. Ide yang berasal dari label tersebut mengusung akar budaya Korea, membuat para anggota mempertanyakan apakah mereka mampu menyampaikannya dengan tepat.

Situasi ini bahkan membuat mentor mereka, Bang Si-hyuk, turun tangan memberikan pandangan tegas.

“Bayangkan… 60.000 atau 70.000 orang… bernyanyi bersama lagu ‘Arirang.’ …kalian akan membuang sesuatu yang sangat besar,” tutur Bang Si-hyuk.

Pernyataan tersebut menjadi titik balik yang mendorong grup untuk melihat potensi besar dari konsep tersebut.

Tetap Solid di Tengah Tekanan

Meski diwarnai konflik dan tekanan, dokumenter ini juga memperlihatkan sisi hangat kebersamaan para anggota. Di tengah proses yang melelahkan, candaan tetap hadir sebagai perekat hubungan mereka.

“Haruskah kita semua tinggal bersama lagi?” Jung Kook bercanda.

“Aku mau,” ucap Jimin.

Melalui dokumenter ini, BTS menunjukkan bahwa di balik kesuksesan besar, terdapat proses panjang yang tidak selalu mudah. Namun, justru dari keraguan dan tantangan itulah identitas mereka sebagai grup tetap terjaga.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *