JAKARTA, WartaMetropolitan.com  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk melanjutkan program pemutihan ijazah pada 2026, setelah menyerahkan ribuan dokumen kelulusan yang sempat tertahan akibat kendala biaya pada tahun ini.

Pada tahap akhir selama 2025, sebanyak 2.753 ijazah dikembalikan kepada pemiliknya sehingga total ijazah yang berhasil diputihkan dan diserahkan selama 2025 mencapai 6.050 dokumen.

Program pemutihan ijazah ini dilaksanakan melalui kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan Baznas Bazis DKI Jakarta, dengan total anggaran sekira Rp14,9 miliar.

“Hari ini Pemerintah DKI Jakarta menyerahkan pemutihan ijazah tahap kelima. Tahap yang terakhir, yang berjumlah akhirnya total 6.050 ijazah yang diputihkan di tahun 2025,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Pramono menegaskan bahwa kehadiran Pemprov DKI memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk mendapatkan ijazah pendidikan mereka.

Gubernur memastikan program pemutihan ijazah ini akan berlanjut pada tahun depan, mengingat masih banyak ijazah para siswa yang hingga kini tertahan di sekolah. Dia menargetkan 6.000 ijazah dapat diserahkan pada 2026, khususnya di sekolah madrasah.

“Untuk tahun depan, mudah-mudahan kurang lebih sama dengan apa yang kami lakukan di tahun 2025. Kalau bisa 6.000 (ijazah), menurut saya cukup bagus,” katanya.

Selain pemutihan ijazah, Pramono juga mengingatkan warga untuk mengoptimalkan bantuan pendidikan lainnya seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang telah menjangkau 707.000 penerima, serta Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi 16.000 mahasiswa.

Melalui bantuan pendidikan ini, Gubernur berharap masa depan anak-anak Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta menjadi lebih baik.

“Saya berharap mudah-mudahan ijazah yang saudara sekarang ini sudah pegang akan memberikan manfaat bagi saudara-saudara sekalian,” tutur Pramono.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan bantuan pemutihan ijazah diserahkan kepada 2.753 siswa, yang terdiri dari 1.488 siswa dari sekolah swasta dan 1.265 siswa madrasah.

Total hingga Desember 2025 sebanyak 6.050 siswa menerima bantuan ijazah dengan anggaran Rp14.904.310.771.

“Sumber bantuan ini dari beberapa kolaborator, terutama dari Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta,” ucap Nahdiana.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *