
JAKARTA, wartametropolitan.com – Nintendo kembali mengejutkan penggemarnya dengan menghidupkan ulang salah satu produk paling kontroversial dalam sejarahnya. Konsol Virtual Boy, yang pertama kali dirilis pada 1995 dan dikenal sebagai kegagalan besar, dipastikan akan hadir melalui layanan Nintendo Switch Online.
Peluncuran Virtual Boy versi Switch Online dijadwalkan pada 17 Februari 2026. Layanan ini dapat diakses oleh pengguna Nintendo Switch generasi pertama maupun Switch 2, konsol terbaru yang disiapkan Nintendo.
Pada tahap awal, Nintendo akan menghadirkan tujuh judul permainan. Beberapa di antaranya adalah Virtual Boy Wario Land, Tetris 3D, serta The Mansion of Innsmouth, gim yang sebelumnya hanya dirilis di Jepang.
Tak berhenti di situ, Nintendo juga mengonfirmasi rencana perluasan katalog game. Dua judul yang belum pernah dirilis secara resmi, yakni Zero Racers dan D-Hoppers, akan ditambahkan ke layanan tersebut. Kedua game tersebut sempat diperkenalkan dalam bentuk pratinjau pada era 1990-an, namun gagal mencapai tahap peluncuran.
Untuk menikmati pengalaman bermain yang autentik, pengguna diwajibkan menggunakan aksesori khusus Virtual Boy berbentuk headset. Perangkat ini akan dipasangkan dengan konsol Switch guna menghadirkan kembali efek visual 3D stereoskopik merah-hitam, ciri khas Virtual Boy versi asli.
Meski mengusung konsep lama, Nintendo menyematkan sejumlah fitur modern demi kenyamanan pemain. Layanan ini mendukung penyimpanan progres permainan serta fitur putar ulang, yang memungkinkan pengguna mengulang momen tertentu dalam gim.
Selain itu, pada tahun 2026, Nintendo juga berencana menyediakan opsi perubahan warna layar. Pemain nantinya dapat mengganti tampilan merah khas Virtual Boy menjadi kuning, hijau, atau putih, guna mengurangi ketegangan mata.
Kehadiran Virtual Boy di Switch Online menjadi kesempatan kedua bagi konsol yang dulu dianggap sebagai salah satu kegagalan paling unik dalam industri gim. Langkah ini sekaligus menandai upaya Nintendo merangkul kembali sejarah kelamnya dengan pendekatan modern.





