JAKARTA, wartametropolitan.com – Google tengah menyiapkan fitur baru pada chatbot Gemini yang memungkinkan pengguna mengimpor riwayat obrolan dari platform kecerdasan buatan (AI) lain, termasuk ChatGPT. Fitur ini dirancang untuk memudahkan perpindahan pengguna antar layanan AI tanpa harus memulai kembali proses riset atau penyesuaian dari awal.

Fitur anyar tersebut akan hadir dalam versi beta aplikasi Gemini dengan label Impor Obrolan AI. Melalui fitur ini, pengguna dapat mengunduh riwayat percakapan dari asisten AI lain dan mengunggahnya langsung ke Gemini, sehingga konteks dan preferensi yang telah terbentuk sebelumnya tetap dapat digunakan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya Google untuk mengatasi persoalan ketergantungan ekosistem yang kian menguat di industri AI. Selama ini, setiap chatbot AI membangun basis data tersendiri berdasarkan kebiasaan dan kebutuhan pengguna, namun data tersebut tidak dapat dipindahkan ke platform lain.

Dengan adanya fitur impor, pengguna disebut memiliki fleksibilitas lebih besar dalam memilih chatbot AI yang paling sesuai dengan kebutuhannya, tanpa kehilangan data yang telah dipersonalisasi. Gemini nantinya dapat membaca riwayat obrolan dari asisten AI lain sehingga proses adaptasi berjalan lebih cepat.

Meski demikian, laporan sebelumnya menyebutkan bahwa pada tahap awal peluncuran, fitur ini belum mampu mengimpor elemen tingkat lanjut. Artinya, tidak seluruh data kompleks dari platform AI lain dapat langsung digunakan secara penuh di Gemini.

Selain fitur impor obrolan, Google juga dikabarkan tengah mengembangkan peningkatan lain pada layanan AI-nya. Salah satunya adalah spekulasi mengenai Nano Banana Pro, fitur yang disebut-sebut mampu menghasilkan gambar beresolusi lebih tinggi hingga 2K dan 4K. Opsi unduhan tersebut diharapkan membuat hasil visual AI lebih relevan untuk kebutuhan profesional maupun keperluan cetak.

Jika terealisasi, rangkaian pembaruan ini berpotensi memperkuat posisi Gemini sebagai salah satu chatbot AI yang menawarkan kemudahan migrasi data sekaligus kualitas output yang lebih mumpuni bagi penggunanya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *