
JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Fandom grup K-pop NewJeans tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial Korea Selatan. Polemik mencuat setelah sebagian penggemar disebut melakukan aksi yang dianggap berlebihan menyusul kabar dikeluarkannya Danielle dari agensi yang menaungi grup tersebut.
Kontroversi bermula dari diskusi di komunitas daring Korea, di mana sejumlah penggemar NewJeans dilaporkan mendorong publik untuk mengirim pesan pribadi kepada Presiden Korea Selatan dan pihak Istana Kepresidenan.
Langkah tersebut bertujuan meminta campur tangan pemerintah atas dugaan perlakuan tidak adil yang dialami Danielle dan manajemen artisnya.
Dalam unggahan yang beredar, salah satu penggemar menyatakan dorongan untuk menyuarakan kritik terhadap pihak agensi secara masif.
“Kita harus menggunakan segala cara untuk menginformasikan tentang kesalahan HYBE/Bang Si Hyuk,” tulisnya.
Respons netizen Korea pun datang dengan nada keras. Banyak yang mempertanyakan relevansi pelibatan kepala negara dalam persoalan industri hiburan yang dinilai sebagai urusan internal perusahaan dan kontrak artis.
“Tidak bisakah kita menuntut mereka karena menghalangi pekerjaan? Ada apa dengan mereka?” tulis netizen.
Nada serupa juga disampaikan netizen lainnya yang mempertanyakan alasan membawa persoalan hiburan ke ranah pemerintahan.
“Mengapa Anda meminta pemerintah untuk masalah hiburan?” tulis netizen lainnya.
Sejumlah pengguna internet Korea menilai langkah fandom tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif. Alih-alih membantu, tindakan itu dikhawatirkan justru mencoreng citra publik NewJeans dan memperkeruh situasi yang sudah sensitif.
Kritik juga mengarah pada anggapan bahwa sengketa kontrak dan kebijakan internal agensi tidak berada dalam kewenangan presiden maupun lembaga negara. Perdebatan ini pun terus bergulir di media sosial, memperlihatkan ketegangan antara loyalitas fandom dan persepsi publik yang lebih luas.





