
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi menjalin kerja sama strategis di bidang ketahanan pangan. Kesepakatan tersebut ditandatangani Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geus Thebe di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/2).
Kerja sama ini dirancang untuk jangka waktu lima tahun dengan tujuan utama menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Jakarta sekaligus menjaga stabilitas harga.
Cakupan Kerja Sama Lintas Sektor
Selain ketahanan pangan, kedua daerah juga menyepakati kolaborasi di sejumlah bidang lain, antara lain peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan sistem informasi pemerintahan, penataan data kependudukan, integrasi layanan transportasi, penanganan bencana, lingkungan hidup dan ketahanan iklim, serta pengembangan sektor pariwisata.
Rano Karno menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut berlandaskan regulasi yang berlaku dan akan ditindaklanjuti secara teknis.
“Kerja sama ini mengacu pada Permendagri Nomor 22 Tahun 2020. Diawali dengan penyusunan kesepakatan bersama dan selanjutnya ditindaklanjuti secara teknis serta operasional,” ujar Rano.
Skema B to B dan G to G
Dalam tahap awal, kolaborasi difokuskan pada penguatan ketahanan pangan melalui pola business to business (B to B). PT Food Station sebagai BUMD DKI Jakarta akan menjalin kemitraan usaha dengan pelaku usaha di Kabupaten Cianjur.
Menurut Rano, kondisi geografis Cianjur yang luas dan subur menjadi potensi besar untuk menyuplai kebutuhan ibu kota. Dukungan finansial dari DKI Jakarta diharapkan mampu mengoptimalkan kerja sama tersebut.
“Selain padi dan beras, DKI Jakarta juga membutuhkan telur, cabai, bawang merah dan berbagai komoditas lainnya,” tutur Rano.
Di samping skema B to B, kerja sama ini juga diperkuat melalui pendekatan government to government (G to G) guna mendorong pengembangan kedua wilayah secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Petani dan Stabilitas Harga
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geus Thebe, menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Ia menilai sinergi antarwilayah yang bertetangga perlu diperkuat demi kesejahteraan masyarakat.
“DKI, Jawa Barat dan Banten adalah wilayah yang bertetangga. Karena itu, kita harus saling mendukung dan menguatkan dengan tujuan utama memberdayakan dan mensejahterakan petani,” ucap dia.
Melalui kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta berharap kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi dengan stok yang memadai, sementara Kabupaten Cianjur memperoleh peluang peningkatan ekonomi melalui sektor pertanian. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi dalam pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan.





