JAKARTA, wartametropolitan.com – Polemik antara petinju Jake Paul dan penyanyi Billie Eilish menjadi sorotan publik. Perdebatan mereka bermula dari sikap Eilish yang secara terbuka mengkritik Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat atau Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Grammy Awards 2026.

Dalam pidato penerimaan Grammy untuk kategori Lagu Terbaik lewat lagu Wildflower, Billie Eilish mengatakan pandangan kritisnya terkait isu imigrasi di Amerika Serikat.

“Tidak ada yang ilegal di tanah curian,” kata Eilish.

Lebih lanjut, dia menyinggung kegelisahan yang dirasakan banyak pihak di tengah situasi sosial dan politik yang berkembang, sembari mendorong keberanian untuk terus bersuara.

“Sangat sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan dan apa yang harus dilakukan saat ini, dan saya hanya, saya merasa sangat berharap di ruangan ini dan saya merasa kita hanya perlu terus berjuang dan berbicara dan berdemonstrasi,” tuturnya.

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan tajam dari Jake Paul. Melalui unggahan di platform X, pria berusia 29 tahun itu menyampaikan kritiknya terhadap Eilish sekaligus menyuarakan dukungannya kepada ICE.

“Jika seseorang tidak menghormati ICE, Anda tidak bisa menelepon 911 ketika Anda dalam masalah,” tulis Paul.

Dia bahkan mengaitkan dukungannya itu dengan skenario kriminal yang melibatkan Eilish. “Ketika rumah Billie Eyelash dibobol, itu tidak akan menjadi ‘persetan dengan ICE’, saya jamin itu,” katanya.

Unggahan Jake Paul tersebut justru menuai gelombang kritik dari warganet. Banyak pengguna media sosial menilai pernyataannya keliru dan tidak relevan, mengingat penanganan keadaan darurat dilakukan oleh kepolisian setempat, bukan ICE.

Sejumlah tokoh publik turut menanggapi komentar tersebut. Senator Hawaii, Brian Schatz, menjelaskan bahwa dalam situasi darurat, aparat kepolisian akan merespons secara cepat dan memperkenalkan diri kepada warga.

Sementara itu, analis NFL Lindsey OK juga melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Jake Paul. “Jika rumah seseorang dibobol, mereka tidak akan menelepon ICE, bodoh.”

Tak sedikit pula warganet yang mengaitkan polemik ini dengan rekam jejak Jake Paul di dunia tinju. Sebagian pengguna mengingatkan kekalahannya dalam laga melawan Anthony Joshua, bahkan menyebut argumen Paul sebagai bentuk “logika tingkat balita.”

Polemik ini pun berkembang menjadi perdebatan luas di ruang digital, mempertemukan isu imigrasi, kebebasan berekspresi, serta tanggung jawab figur publik dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *