JAKARTA, wartametropolitan.com – Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Pameran Instalasi Seni Kontemporer Crimson Gilt di Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta, mulai 7 Februari hingga 7 April 2026.

Pameran hasil kolaborasi dengan Kedutaan Besar Belanda ini dihadarkan menjelang peringatan lima abad Jakarta dan dibuka dibuka oleh Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan.

Fredy mengatakan sejarah Jakarta sebagai kota pelabuhan tidak dapat dilepaskan dari kolonialisme serta jaringan maritim global. Kehadiran Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada awal abad ke-17 menegaskan posisi Nusantara, khususnya Sunda Kelapa sebagai pusat perdagangan dan kekuasaan kolonial pada masanya.

Tema Crimson Gilt merepresentasikan sejarah tersebut melalui simbol warna emas yang melambangkan kemakmuran dan warna merah sebagai memori kolonial.

Museum Bahari dipilih sebagai lokasi pameran karena merupakan bekas gudang VOC sekaligus saksi aktivitas maritim kolonial di kawasan Sunda Kelapa.

“Pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan sejarah, identitas, serta posisi Jakarta dalam jaringan maritim dunia,” kata Fredy.

Lebih lanjut, Fredy mengapresiasi Kedutaan Besar Belanda serta seniman Vincent Ruijters atas karya yang dinilainya inspiratif dalam membingkai memori kolektif sejarah maritim Jakarta.

“Kami berharap pameran ini dapat menarik banyak pengunjung dan memperkuat ketertarikan publik terhadap sejarah maritim bersama,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Retno Setiowati mengatakan bahwa pameran ini menghubungkan Museum Bahari Jakarta dengan Hirado Dutch Trading Post di Jepang serta Het Scheepvaartmuseum Amsterdam di Belanda.

“Setelah diselenggarakan di Jakarta, pameran tersebut direncanakan akan ditampilkan di Museum Maritim Nasional Amsterdam pada September 2026,” ujar dia.

Menurutnya, pameran ini menempatkan Jakarta sebagai simpul penting dalam narasi sejarah maritim dunia sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan menuju Hari Ulang Tahun ke-500 Jakarta.

“Semoga pameran ini dapat menjadi sumber inspirasi dalam memaknai perjalanan bangsa Indonesia serta memperkuat peran museum sebagai ruang dialog global dan diplomasi budaya,” katanya.

Charge d’Affaires Kedutaan Besar Belanda Adriaan Palm mengatakan kolaborasi ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui diplomasi budaya dan sejarah maritim.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masa depan masyarakat Indonesia dan Belanda,” ucap dia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *