JAKARTA, wartametropolitan.com – Menjelang arus mudik Lebaran, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan untuk pulang kampung.

Ima meminta pemerintah kota hingga tingkat kelurahan aktif menyampaikan imbauan kepada warga mengenai langkah-langkah pencegahan risiko kebakaran maupun gangguan keamanan saat rumah kosong selama masa mudik.

Menurutnya, perangkat wilayah mulai dari wali kota, camat, hingga lurah perlu mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya mematikan peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan bahaya.

“Untuk wali kota, camat, lurah, beserta jajaran di bawahnya agar menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa ketika ada warga yang mudik harus dipastikan listrik, kompor, dan sebagainya sudah tidak berfungsi saat mereka pulang kampung,” kata Ima.

Selain memastikan kondisi peralatan rumah tangga aman, warga yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama juga diminta untuk berkoordinasi dengan tetangga sekitar.

Langkah tersebut dinilai penting agar lingkungan tetap terpantau selama pemilik rumah berada di kampung halaman.

“Bagi yang pulang kampung juga bisa memberi tahu atau menitipkan kepada tetangga bahwa rumahnya sedang tidak ditempati, sehingga kita bisa sama-sama menjaga wilayah,” tutur dia.

Di sisi lain, Ima juga mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi banjir. Hal ini mengingat Jakarta masih berada dalam periode musim hujan.

Ia menilai upaya penanganan banjir perlu terus dilakukan secara konsisten, termasuk melalui pengerukan saluran air dan pemantauan proyek infrastruktur yang tengah berjalan.

“Kondisi sekarang masih musim hujan, jadi harus siap siaga terus melakukan pengerukan. Pengerjaan yang sudah berjalan juga harus dimonitor,” kata Ima.

Ima mencontohkan kondisi di wilayah Jakarta Barat yang masih ditemukan pekerjaan pemasangan turap yang dinilai kurang optimal. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperburuk dampak banjir jika tidak segera diperbaiki.

“Di Jakarta Barat banyak pemasangan turap yang kontraktornya asal-asalan, sehingga dampaknya malah banjir bisa lebih besar,” tuturnya.

Lebih jauh, Ima juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan yang belum rampung setelah perayaan Lebaran.

Menurutnya, sejumlah persoalan krusial di ibu kota seperti banjir, kemacetan lalu lintas, hingga pengelolaan sampah dan lingkungan hidup membutuhkan penanganan yang lebih serius dan terukur.

Ia berharap berbagai program penanganan tersebut dapat dipercepat agar permasalahan yang selama ini dihadapi Jakarta bisa segera ditangani secara lebih efektif.

“Kita harap setelah Lebaran ini berbagai pekerjaan yang belum tuntas bisa segera dikejar, terutama terkait banjir, kemacetan, dan masalah lingkungan hidup karena sampah kita semakin tidak tertampung,” ucap dia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *