JAKARTA, wartametropolitan.com – Tahun Baru Imlek 2026 akan terasa istimewa. Bukan hanya karena tradisi kunonya, juga karena keselarasan dengan serangkaian peristiwa langit.

Hari pertama Tahun Baru Imlek jatuh pada bulan baru yang muncul antara 21 Januari dan 20 Februari. Tahun ini, tahun baru lunar akan dimulai pada 17 Februari 2026, mengantarkan “Tahun Rumah Api” (ring of fire).

Bulan juga akan memicu gerhana matahari tahunan yang langka tahun ini, menciptakan “cincin api” yang dramatis di langit, di mana cincin api terbentuk ketika Bulan melewati tepat di antara Bumi dan Matahari pada titik terjauhnya dari Bumi.

Karena Bulan tampak lebih kecil daripada Matahari, Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari, sehingga menyisakan cincin cahaya matahari yang terlihat. Cincin cahaya ini akan terlihat selama lebih dari dua menit.

Gerhana akan terlihat sepenuhnya dari Antartika, sementara fase parsial dapat dilihat dari sebagian Afrika Selatan, Amerika Selatan, dan pulau-pulau terpencil di Samudra Hindia.

Selain peristiwa langit tersebut, Tahun Baru Imlek 2026 juga memiliki makna khusus karena zodiaknya.

Kuda api terakhir kali terlihat pada tahun 1966 dan tidak akan kembali hingga tahun 2086. Ini melambangkan intensitas, kemandirian, dan perubahan dramatis.

Menurut astrolog China, kuda melambangkan energi dan pergerakan, sementara api melambangkan gairah dan keberanian.

Selain cincin api, gerhana bulan total (juga dikenal sebagai Bulan Darah) akan diamati pada tanggal 3 Maret 2026, bertepatan dengan Festival Lentera.

Secara keseluruhan, keselarasan langka ini menjadikan Tahun Baru Imlek 2026 sebagai peristiwa langka dalam hal astrologi dan astronomi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *