
JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Jubilant Sykes ditemukan tewas dengan luka tikam di rumahnya di Santa Monica, California. Polisi kemudian menangkap dan menetapkan putranya, Micah Sykes sebagai tersangka utama.
Dikutip PageSix, petugas Departemen Kepolisian Santa Monica (SMPD) menanggapi panggilan 911 dari seseorang yang melaporkan “penyerangan yang sedang berlangsung.”
Setelah pihak berwenang tiba, mereka menemukan penyanyi nominasi Grammy berusia 71 tahun ini sudah tidak bernyawa, diduga ditikam anaknya. “Personel Departemen Pemadam Kebakaran Santa Monica menanggapi dan menyatakan individu tersebut meninggal di tempat kejadian,” bunyi siaran pers tersebut.
SMPD mengatakan Micah Sykes, putra Sykes yang berusia 31 tahun ini ditemukan di dalam rumah, yang diduga melakukan penikaman. Dia pun langsung diamankan tanpa perlawanan.
Polisi mengatakan mereka mengamankan tempat kejadian dan kemudian memperoleh surat perintah penggeledahan dan menemukan senjata di rumah tersebut. “Keadaan seputar insiden tersebut masih dalam penyelidikan,” menurut siaran pers.
Micah telah ditangkap karena pembunuhan dan kasus tersebut akan diajukan ke Kantor Kejaksaan Wilayah Los Angeles untuk dipertimbangkan pengajuannya. Micah dilaporkan memiliki masalah kesehatan mental selama bertahun-tahun.
Menurut Rolling Stone, seorang wanita California Selatan mengajukan perintah penahanan terhadap Micah pada 2017. Petisi tersebut berbunyi, “Micah menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan mental. Perilakunya tidak dapat diprediksi. Micah menimbulkan ancaman nyata… dan dia telah melakukan kekerasan terhadap anggota keluarganya sendiri.”
Micah ditempatkan dalam penahanan psikiatrik paksa setelah percobaan pembobolan, menurut petisi perintah penahanan yang diperoleh Rolling Stone.
Pada 2020, Sykes mengunggah foto lama dirinya bersama anak-anaknya dan mereka saat dewasa, sambil berbicara tentang diskriminasi rasial yang mereka alami.
“Melihat foto-foto putra-putra saya saat masih kecil dan dewasa, membuat saya terharu hingga menangis,” tulis Jubilant dalam keterangan unggahannya.
“Menyadari betapa diberkatinya kami karena masih berada di sini dan mengalami CINTA yang melampaui segalanya. Namun siapa yang pernah menyangka bahwa semua pemuda ini, termasuk saya sendiri, pada suatu saat dalam kehidupan dewasa kami akan mengalami diborgol, dimasukkan ke dalam mobil polisi, digeledah dari pinggang ke bawah di depan teman-teman sebaya, dan dibawa ke kantor polisi di pusat kota,” ujar dia
“Semua itu terjadi pada waktu yang berbeda dalam hidup kami. Yang kami miliki bersama – kami adalah pria kulit hitam yang tidak bersalah atas kejahatan apa pun. Itu terjadi pada ayah saya, itu terjadi pada saya, dan itu terjadi pada putra-putra saya,” ucapnya lagi.





