JAKARTA, wartametropolitan.com – Dunia musik Korea Selatan berduka atas wafatnya Park Kyung Gu, penyanyi dan penulis lagu band Eoljinity.

Park meninggal dunia pada 7 Februari 2026 dalam usia 38 tahun. Kabar duka ini disampaikan melalui akun pribadinya pada hari yang sama, meski hingga kini penyebab kematiannya belum diungkapkan ke publik.

Park Kyung Gu dikenal luas sebagai musisi dengan kepekaan indie yang kuat, lirik puitis, serta karakter vokal yang khas. Dia menjadi figur penting dalam skena musik independen Korea dan dicintai penggemarnya karena konsistensi berkarya baik di panggung maupun di studio rekaman.

Selain kiprahnya bersama Eoljinity, Park memiliki peran signifikan dalam perjalanan awal karier Jang Beom June sebelum dikenal luas sebagai vokalis Busker Busker. Keduanya merupakan teman sekelas semasa sekolah menengah.

Keterlibatan Park dalam album solo pertama Jang begitu besar hingga kerap disebut nyaris sebagai proyek kolaborasi. Ia terlibat dalam komposisi, aransemen, serta penulisan lirik seluruh lagu, termasuk “Difficult Woman”, “The One Who Suits the Word Love”, “Sinpung Station Exit 2 Blues”, “Scary Unrequited Love”, “Fallen Leaves Ending”, dan “My Heart Becomes You”.

Kenangan tentang Park kembali mencuat setelah kabar kepergiannya tersebar. Pada Maret tahun lalu, saat Jang Beom June merilis album keempatnya, ia sempat menuliskan pesan, “Semoga Kyung Goo selalu sehat, dan mengirimkan ‘Noona’ bersama album ini.”

Park kala itu membalas singkat, “Saya sehat.” Setelah kabar duka tersebut, banyak penggemar kembali mendatangi unggahan itu dan meninggalkan pesan emosional seperti, “Kau bilang kau sehat…” serta “Apakah kau sebenarnya sakit?”

Sepanjang hidupnya, Park Kyung Gu dikenal sebagai kreator yang bebas berpindah antara panggung dan ruang produksi, menciptakan musik dengan bahasa dan kejujuran artistiknya sendiri. Lagu-lagunya terus hidup dalam daftar putar para pendengar, menjadi saksi jejak karyanya yang tak lekang oleh waktu.

Kepergian Park Kyung Gu meninggalkan duka mendalam bagi penggemar, rekan musisi, dan dunia musik Korea. Meski raganya telah tiada, warisan karyanya diyakini akan terus bergema.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *