JAKARTA, wartametropolitan.com – Ancaman keamanan siber kembali menghantui pengguna perangkat Apple setelah sebuah alat peretasan bernama DarkSword dilaporkan bocor ke publik. Kebocoran ini berpotensi membuka celah besar bagi peretas untuk mengakses data pribadi dari iPhone dan iPad.

Perangkat peretasan tersebut diketahui berisi serangkaian eksploitasi yang mampu menembus sistem operasi iOS versi 18.4 hingga 18.7. Versi tersebut merupakan pembaruan yang dirilis Apple pada September 2025, sehingga jumlah perangkat terdampak diperkirakan mencapai ratusan juta unit di seluruh dunia.

Situasi menjadi semakin mengkhawatirkan karena kode DarkSword dilaporkan telah tersebar di platform berbagi kode GitHub. Dengan akses terbuka tersebut, siapa pun berpotensi mengunduh dan memanfaatkan celah keamanan ini untuk melakukan serangan siber.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran besar terkait keamanan data pengguna, mulai dari informasi pribadi hingga data sensitif yang tersimpan di perangkat.

Untuk merespons ancaman tersebut, Apple memastikan bahwa pengguna yang telah memperbarui perangkat ke versi iOS terbaru, yakni iOS 18.7.6 atau iOS 26.3.1, tidak lagi rentan terhadap eksploitasi DarkSword.

Bagi pengguna yang belum melakukan pembaruan sistem, Apple menyarankan langkah alternatif dengan mengaktifkan fitur Mode Penguncian atau Lockdown Mode. Fitur keamanan ini telah tersedia sejak iOS 16 dan dirancang untuk meminimalkan risiko serangan siber tingkat tinggi.

Sementara itu, pengguna yang masih menggunakan sistem operasi lama seperti iOS 13 atau iOS 14 diimbau segera melakukan pembaruan minimal ke iOS 15. Pembaruan tersebut telah mendapatkan tambalan keamanan penting sejak 11 Maret guna menutup celah yang dapat dimanfaatkan oleh DarkSword.

Dengan meningkatnya ancaman ini, pengguna diingatkan untuk lebih waspada dan segera mengambil langkah perlindungan demi menjaga keamanan data pribadi di perangkat mereka.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *