
JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Rutinitas harian yang padat, terutama pada hari kerja, membuat banyak orang memilih bersantai di depan televisi setelah makan malam. Tidak jarang, aktivitas tersebut berakhir dengan tertidur tanpa sadar. Meski terlihat sepele, kebiasaan tidur dengan televisi menyala ternyata dapat berdampak serius pada kesehatan otak dan kualitas istirahat.
Sejumlah ahli menilai, tidur sambil menonton televisi bukanlah kebiasaan yang aman bagi tubuh. Cahaya dan suara dari layar televisi terus memberikan rangsangan pada otak, padahal tubuh seharusnya mulai memasuki fase istirahat penuh.
Paparan cahaya dari layar memberi sinyal keliru kepada otak seolah hari masih siang. Kondisi ini menekan produksi melatonin, hormon yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, seseorang menjadi lebih sulit tertidur nyenyak dan kerap terbangun di tengah malam.
Selain itu, otak tidak dapat masuk ke fase tidur dalam atau Rapid Eye Movement (REM) secara optimal. Tahap ini sangat penting untuk pemulihan fisik dan mental. Ketika fase tersebut terganggu, kualitas tidur menjadi dangkal dan tubuh tidak mendapatkan pemulihan maksimal.
Konten visual dan auditori membuat otak tetap aktif, menyebabkan tingkat stimulasi kognitif yang tinggi. Ini mencegah pemutusan total dan menghasilkan keadaan waspada yang dapat menyebabkan mimpi buruk dan sering terbangun. Semua ini mengubah ritme sirkadian karena mengganggu jam biologis.
Dampaknya pada kesehatan sangat terasa. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, stres, dan masalah konsentrasi, serta peningkatan tekanan darah dan kemungkinan gangguan suasana hati dalam jangka panjang.
Cara Menghindari
Ketika kita tertidur dengan TV menyala, biasanya tanpa disadari. Namun, kita selalu dapat menerapkan serangkaian rekomendasi untuk membantu kita menghindari momen-momen ini. Cobalah untuk mencari kegelapan total, terutama ketika kita berada di saat-saat sebelum tidur.
Jika Anda ingin menonton televisi atau perangkat apa pun dengan layar, idealnya lakukanlah sebelum bersiap untuk tidur. Saat akan melakukannya, disarankan untuk memasukkan rutinitas yang menenangkan, alih-alih menyalakan TV, disarankan melakukan aktivitas yang lebih tenang dan lembut untuk otak, seperti membaca atau mendengarkan musik lembut.
Di sisi lain, pemutusan koneksi digital adalah kuncinya. Hindari penggunaan layar setidaknya satu jam sebelum tidur. Dan, jika Anda menyalakan televisi, sebaiknya atur pengatur waktu agar mati secara otomatis.





