JAKARTA, wartametropolitan.com – Kontroversi yang melibatkan Taylor Frankie Paul semakin memanas setelah rencana penampilannya dalam musim terbaru The Bachelorette resmi dibatalkan. Di tengah situasi tersebut, bintang reality show berusia 31 tahun itu justru memilih untuk angkat bicara dan menanggapi kritik publik.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video lama dari tahun 2023 kembali beredar. Video tersebut memperlihatkan pertengkaran antara Taylor dan mantan kekasihnya, Dakota Mortensen, yang turut menyeret isu kekerasan dalam rumah tangga. Dalam rekaman itu, anak sulung Taylor terdengar menangis, memicu reaksi keras dari publik.

Akibat polemik tersebut, pihak penyelenggara memutuskan membatalkan musim ke-22 The Bachelorette yang sedianya tayang pada 22 Maret dengan Taylor sebagai pemeran utama. Keputusan ini menjadi pukulan besar bagi kariernya di dunia hiburan.

Balasan Tajam di Media Sosial

Di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah, Taylor mendapat kritik dari seorang pengguna TikTok yang menyarankan agar ia berhenti menggunakan media sosial untuk sementara waktu. Namun, ia tidak tinggal diam.

“Mau aku menatap dinding saja?” katanya.

Jawaban tersebut langsung viral dan memicu perdebatan baru di kalangan warganet, antara yang mendukung dan yang justru semakin mengkritiknya.

Di sisi lain, persoalan hukum turut memperkeruh keadaan. Taylor diketahui mengaku bersalah atas penyerangan berat dan kini masih menjalani masa percobaan hingga Agustus mendatang.

Situasi semakin rumit setelah Dakota mengajukan perintah perlindungan. Ia juga memperoleh hak asuh sementara atas putra mereka yang berusia dua tahun hingga sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 7 April.

Perwakilan Taylor menyampaikan bahwa kliennya selama ini menjadi korban dan akhirnya berani mengambil langkah untuk melindungi diri.

“Setelah bertahun-tahun menderita secara diam-diam akibat pelecehan mental dan fisik yang luas serta ancaman pembalasan, Taylor akhirnya mendapatkan kekuatan untuk menghadapi penuduhnya dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa dia dan anak-anaknya dilindungi dari bahaya lebih lanjut,” tuturnya.

“Terlalu banyak wanita yang menderita dalam diam saat mereka bertahan hidup dari mantan pasangan yang agresif dan cemburu yang menolak untuk membiarkan mereka melanjutkan hidup mereka,” kata juru bicara Taylor.

Namun, Dakota memberikan bantahan tegas terhadap tudingan tersebut. “Sayangnya, saya sudah terbiasa dengan klaim tak berdasar tentang saya dan hubungan kami, yang saya bantah dengan tegas,” ucap dia.

Hingga kini, polemik antara Taylor dan Dakota masih menjadi perhatian luas, terutama karena melibatkan isu sensitif seperti kekerasan dalam rumah tangga dan hak asuh anak. Sementara itu, pembatalan The Bachelorette menjadi titik balik yang memperbesar sorotan terhadap kehidupan pribadi sang bintang.

Perkembangan kasus ini masih dinantikan, terutama menjelang sidang yang akan menentukan kelanjutan hak asuh anak mereka.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *