
JAKARTA, wartametropolitan.com – Sutradara asal Inggris, Emerald Fennell, membuat pengakuan mengejutkan terkait proses adaptasi film Wuthering Heights. Pembuat film berusia 40 tahun itu mengungkap dirinya tidak membaca ulang novel klasik karya Emily Brontë sebelum menulis naskah.
Pengakuan tersebut disampaikan Fennell dalam wawancara yang terbit pada 16 Februari 2026. Dia menjelaskan bahwa adaptasi yang digarapnya tidak sepenuhnya mengikuti teks asli karena keterbatasan durasi film.
Saat menulis naskah, sutradara Saltburn itu mengakui bahwa dia mengikuti pengalamannya membaca buku tersebut saat remaja, alih-alih membacanya ulang sebelum proses penulisannya.
“Jadi ada sejumlah pemenuhan keinginan di sana, dan ada beberapa karakter yang telah saya lupakan atau gabungkan,” kata Fennell kepada Entertainment Weekly.
Di antara perubahan penting yang diperhatikan penonton adalah penghapusan karakter Mr. Lockwood yang berperan sebagai narator dalam buku tersebut. Fennell juga tidak memasukkan karakter Hindley dalam film dan menghubungkan karakteristiknya dengan karakter Earnshaw.
Wuthering Heights versi Fennell secara longgar mengikuti bagian pertama buku, tanpa menyelami karakter generasi berikutnya atau hantu Catherine dan Heathcliff, yang bisa dibilang mengurangi cerita seperti yang terlihat dalam film.
Orang nomor satu di belakang layar ini menjelaskan keputusannya tersebut. “Saya pikir, sebenarnya, saya akan membuat miniseri dan mencakup keseluruhan cerita selama 10 jam, dan itu akan indah. Tetapi jika Anda membuat film, dan Anda harus cukup ketat, Anda harus membuat keputusan sulit seperti itu,” ucap dia.





