JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Taman Bendera Pusaka bisa menjadi destinasi wisata baru di Jakarta setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berkomitmen memperluas ruang terbuka hijau (RTH) dan memperkuat ketahanan lingkungan perkotaan.

Taman Bendera Pusaka menghadirkan area bermain anak yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Area yang luas mencapai 5,5 hektare ini juga bisa dinikmati berbagai kalangan.

Ada juga fasilitas olahraga dan rekreasi, seperti jogging track sepanjang 1,2 kilometer, lapangan bulu tangkis, lapangan tenis.

“Kawasan ini juga mudah diakses karena berada di jantung kota dan berdekatan dengan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Blok M, termasuk Stasiun MRT Blok M dan Halte TransJakarta Blok M. Sehingga, akan memudahkan warga dari mana saja untuk datang menggunakan transportasi umum,” kata Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta Vera Refina Sari.

Diketahui, Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) bersama Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) melakukan revitalisasi kawasan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan menghadirkan Taman Bendera Pusaka sebagai kawasan RTH terpadu hasil penggabungan Taman Langsat, Taman Ayodya dan Taman Leuser.

Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai ruang hijau yang mempercantik kota, juga sebagai bagian dari sistem ekologis yang penting bagi pengendalian banjir, pengelolaan air limbah, serta peningkatan kualitas udara, dan sosial masyarakat.

Vera mengatakan pembangunan Taman Bendera Pusaka merupakan upaya dalam menghadirkan ruang publik yang lebih inklusif, sehat dan berkelanjutan.

“Proyek ini bukan sekadar renovasi taman, tetapi sebuah kelahiran kembali (rebirth) kawasan Barito menjadi ruang publik yang lebih hidup, multifungsi, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Taman ini pun akan menjadi ikon baru RTH di Jakarta Selatan yang mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, dan budaya. Selain memperindah lanskap kota, juga dirancang untuk mengelola tata air kawasan, membantu pengendalian banjir, dan meningkatkan interaksi sosial warga.

Revitalisasi kawasan ini merupakan langkah strategis untuk menanggulangi genangan air yang kerap terjadi di sekitar Barito dan Taman ASEAN atau Blok M.

“Di kawasan itu sering terjadi banjir saat hujan deras. Untuk itu, manfaat utama dari Taman Bendera Pusaka adalah sebagai sistem pengendalian banjir terpadu yang ramah lingkungan,” terangnya.

Taman ini dilengkapi sistem pengaturan air, sungai buatan, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang mampu menampung serta memurnikan limpasan air hujan sebelum dialirkan ke saluran umum. Melalui sistem ini, air yang mengalir di taman akan tetap jernih dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Revitalisasi ini, kata Vera, sepenuhnya dilakukan untuk kepentingan publik, tanpa mengubah status kepemilikan lahan yang tetap menjadi milik daerah. Proyek ini juga memperhatikan nilai sejarah dan budaya kawasan Kebayoran Baru yang termasuk dalam kawasan pelestarian Cagar Budaya.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan Taman Bendera Pusaka siap diresmikan dalam waktu dekat.

“Nanti sebentar lagi, mudah-mudahan bulan depan, saya juga akan meresmikan Taman Bendera Pusaka,” ujar Pramono.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *