JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Diabetes biasanya tidak menunjukkan gejala yang besar. Bahkan, penyakit ini biasanya tidak disadari untuk waktu yang lama, tapi bisa meninggalkan tanda-tanda kecil pada kulit, mata dan saraf.

Dalam kehidupan nyata, banyak orang terkejut mengetahui bahwa apa yang mereka anggap sebagai “masalah kecil” sebenarnya adalah indikator awal gula darah yang tidak terkontrol.

Kulit umumnya merupakan organ pertama yang menunjukkan tanda-tanda ketidakseimbangan di dalam tubuh. Kadar gula darah tinggi dari waktu ke waktu dapat membahayakan aliran darah dan melemahkan sistem kekebalan kulit. Karena itu, penderita diabetes lebih mungkin terkena infeksi jamur yang kambuh, luka yang tidak cepat sembuh, dan gatal yang berlangsung lama.

Penelitian dari rumah sakit tersier di India menunjukkan bahwa sekitar satu dari tiga pasien diabetes yang telah lama menderita diabetes akan mengalami beberapa jenis masalah kulit, mulai dari kulit kering hingga infeksi yang sering terjadi. Bercak gelap dan lunak di leher atau ketiak banyak ditemukan di kalangan anak muda India dan dapat menandakan resistensi insulin. Bercak-bercak ini dapat muncul bertahun-tahun sebelum diabetes didiagnosis.

Mata juga terpengaruh secara diam-diam. India sudah memiliki salah satu tingkat kehilangan penglihatan akibat diabetes tertinggi di dunia. Menurut data dari program kesehatan mata nasional, sekitar 20–25% penderita diabetes mengalami retinopati diabetik, tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya sampai penglihatan mereka mulai memburuk.

Orang-orang umumnya mengabaikan pemeriksaan mata rutin karena kerusakan dini pada mata tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien mungkin memperhatikan bahwa kekuatan kacamata mereka sering berubah atau mereka kesulitan melihat dengan baik di malam hari. Ini adalah tanda-tanda kecil yang mudah diabaikan tetapi dapat menjadi mahal dalam jangka panjang.

Neuropati diabetik, atau kerusakan saraf, terjadi secara perlahan dan seringkali tidak dilaporkan. Penelitian di India menunjukkan bahwa sebanyak setengah dari semua penderita diabetes mungkin mengalami beberapa masalah saraf di beberapa titik dalam hidup mereka. Kesemutan, mati rasa, atau sensasi terbakar di kaki, terutama di malam hari, adalah beberapa tanda awal. Seiring waktu, hilangnya sensasi di kaki membuat Anda lebih mungkin mengalami cedera dan ulkus kaki yang tidak terdeteksi. Di India, ulkus kaki merupakan penyebab utama rawat inap yang terkait dengan diabetes.

Paparan jangka panjang terhadap kadar gula darah tinggi adalah yang menghubungkan masalah-masalah ini. Diabetes diam-diam merusak pembuluh darah kecil dan saraf, seringkali bertahun-tahun sebelum gejala umum seperti rasa haus yang ekstrem atau kelelahan muncul. Perkembangan yang diam-diam ini merupakan masalah besar di negara di mana pemeriksaan kesehatan rutin masih belum selalu dilakukan.

Deteksi dini dapat membuat perbedaan besar dalam hasilnya, yang merupakan kabar baik. Banyak dari masalah ini dapat dihindari dengan memeriksa gula darah Anda secara teratur, memeriksakan mata Anda setahun sekali, dan memeriksa kaki Anda setiap hari. Dari sudut pandang pengobatan internal, mengelola diabetes bukan hanya tentang menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Ini juga tentang menjaga kesehatan kulit, mempertahankan penglihatan, dan menghentikan kerusakan saraf yang membuat sulit untuk bergerak dan mandiri.

Diabetes mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun, tetapi meninggalkan petunjuk. Pasien dapat melakukan intervensi sebelum keadaan diam menyebabkan kerusakan permanen jika mereka mengetahui indikator awal ini.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *