JAKARTA, wartametropolitan.com – Film Frankenstein garapan Guillermo del Toro sukses mencuri perhatian di ajang Academy Awards ke-98 dengan membawa pulang penghargaan Tata Rias dan Penataan Rambut Terbaik pada 15 Maret 2026.

Pencapaian ini tak lepas dari proses panjang dan intens di balik layar, terutama dalam transformasi Jacob Elordi menjadi sosok Monster.

Penghargaan tersebut diterima oleh penata rias prostetik Mike Hill di Dolby Theatre. Ia mengungkapkan bahwa proses tersebut bukanlah perjalanan mudah, bahkan sempat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan hubungan yang menegang dengan sang aktor utama.

Selama produksi, Elordi menjalani sesi rias ekstrem hingga 10 jam per hari. Proses ini tidak selalu dilakukan dalam kondisi nyaman. Rekan Hill, Jordan Samuel, menegaskan bahwa sebagian besar waktu tersebut dihabiskan dengan posisi berdiri.

“Itu 10 jam di ruang rias, tetapi Anda perlu memahami, selama empat atau lima jam itu, Jacob berdiri seperti ini dan dirias. Dia tidak duduk di kursi dan bersantai,” kata Samuel.

Proses tersebut bahkan dimulai sejak dini hari dalam beberapa kesempatan. Tim produksi dan aktor harus bekerja dalam ritme yang sangat padat demi mencapai hasil maksimal.

Secara keseluruhan, Elordi menjalani proses rias sebanyak 56 kali selama masa syuting. Hill mengaku sempat mengantisipasi munculnya ketegangan akibat tekanan kerja yang tinggi.

“Saat pertama kali bertemu Jacob, saya berkata, ‘Dengar, kau akan membenciku pukul 2 pagi dan aku akan membencimu karena membenciku, tapi kita harus membuat film,'” kenangnya.

Namun, realitas di lapangan justru jauh dari kekhawatirannya. Hubungan keduanya berkembang menjadi kerja sama yang solid dan penuh respek.

“Kami tidak saling membenci. Dia adalah pria paling baik di planet ini. Pria paling sabar di planet ini. Sepuluh jam sehari, 56 kali, dan pria itu tidak pernah mengeluh sekalipun. Dan sekarang kami berteman baik.”

Hal serupa juga disampaikan oleh del Toro terkait dedikasi pemeran utama film tersebut.

“Dia tidak pernah sekalipun datang kepadaku dan mengeluh,” kata del Toro. “Dia tidak pernah sekalipun datang kepadaku dan berkata, ‘Aku lelah. Aku lapar. Bolehkah aku pergi?’ Dan dia bekerja 20 jam sehari.”

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan komitmen tinggi seluruh tim produksi dalam menghadirkan interpretasi baru dari karakter Creature. Hill menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan sepenuhnya segar, tanpa merujuk pada versi sebelumnya.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kerja keras di balik layar, termasuk proses rias yang melelahkan, mampu menghasilkan pencapaian prestisius di panggung perfilman dunia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *