JAKARTA, wartametropolitan.com – Perkembangan teknologi medis terus mendorong transformasi di berbagai bidang kesehatan, termasuk kedokteran gigi. Salah satu inovasi terbaru hadir melalui Meyer Dental CBCT 3D Pro Series, sistem pencitraan tiga dimensi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menawarkan tingkat presisi dan efisiensi tinggi bagi praktisi kedokteran gigi di Indonesia.

Perangkat ini dirancang untuk mendukung kebutuhan diagnosis dan perawatan yang semakin kompleks. Salah satu keunggulan utamanya terletak pada Endo Mode, fitur khusus yang mampu menghasilkan citra resolusi ultra-tinggi hingga voxel size 70µm dengan Field of View (FOV) 3.4×3.4 cm. Teknologi tersebut memungkinkan dokter gigi memvisualisasikan detail anatomi mikro dan saluran akar tersembunyi secara lebih akurat.

Fitur Scout View turut melengkapi keunggulan teknis perangkat ini dengan membantu menentukan posisi pemindaian secara tepat sebelum proses rontgen penuh dilakukan. Dengan demikian, risiko pengulangan pemindaian terhadap pasien dapat diminimalkan.

Di Indonesia, Meyer Dental CBCT 3D Pro Series dihadirkan oleh PT Cobra Dental Indonesia sebagai solusi peralatan kedokteran gigi modern. Selain unggul dari sisi teknologi, perangkat ini juga mengusung desain kompak yang memungkinkan pemasangan di ruang praktik dengan keterbatasan area tanpa mengurangi performa medisnya.

Meski berukuran ringkas, sistem ini tetap inklusif karena dirancang ramah bagi pengguna kursi roda. Akurasi diagnosis diperkuat dengan teknologi pemindaian 360 derajat yang mampu menekan artefak dan noise. Sistem 5-Point Patient Positioning juga memastikan stabilitas pasien selama pemindaian sehingga kualitas gambar tetap optimal.

Kecanggihan perangkat semakin lengkap melalui dukungan perangkat lunak MyDentViewer yang mengandalkan AI untuk membantu berbagai analisis secara otomatis. Sistem ini mampu mendeteksi dan menandai saluran saraf serta saluran akar hanya dalam hitungan detik, sekaligus menjaga kejernihan visual melalui teknologi Meyer AAR dan Meyer ANR.

Selain mendukung kebutuhan rontgen rutin, perangkat ini juga dirancang untuk menangani berbagai kasus kompleks, mulai dari evaluasi gigi bungsu, deteksi karies, hingga perawatan ortodontik anak dan dewasa. Fleksibilitas pilihan FOV serta fitur Model Scan memungkinkan konversi cetakan fisik menjadi model digital secara cepat, mempercepat alur kerja klinik berbasis digital.

Antusiasme terhadap inovasi ini disampaikan oleh Zico, National Sales Manager Cobra Dental. Ia menyebut respons positif sudah terlihat bahkan sebelum perangkat ini resmi diperkenalkan ke publik.

“Ini merupakan tonggak penting bagi Cobra Dental dalam misi kami memajukan ekosistem kesehatan gigi di Indonesia,” kata Zico.

Ia menambahkan bahwa kehadiran teknologi berbasis AI diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan dokter gigi sekaligus mendorong standar perawatan gigi nasional ke level yang lebih tinggi.

“Dengan teknologi AI yang sangat intuitif, kami ingin memberikan alat yang tidak hanya canggih, tetapi juga memudahkan pekerjaan para dokter gigi setiap harinya. Harapan kami, melalui teknologi ini, standar perawatan gigi di Indonesia semakin meningkat, memberikan hasil yang lebih presisi bagi pasien, dan mendukung Indonesia menjadi pusat keunggulan kedokteran gigi di Asia Tenggara,” ucap dia lagi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *