
JAKARTA, wartametropolitan.com – Anggota girl group K-pop TWICE, Tzuyu menjadi sorotan publik setelah penampilannya dalam tur dunia terbaru di Washington, Amerika Serikat. Namun, di balik pujian atas visual dan proporsi tubuhnya, sang idola justru menjadi sasaran body-shaming.
Hal ini terjadi saat TWICE menggelar konser kedua dalam rangka tur dunia di Washington, D.C. pada 15 Februari 2026. Dalam pertunjukan tersebut, para anggota menampilkan lagu solo, termasuk Tzuyu yang tampil memukau mengenakan bodysuit hitam berkilauan dipadukan dengan sepatu bot.
Video penampilannya dengan cepat menyebar di kalangan netizen dan menjadi viral di media sosial. Banyak penggemar memuji bentuk tubuh Tzuyu yang dinilai sehat dan proporsional, bahkan menyebutnya sebagai “body tea”.
Di tengah gelombang pujian, muncul pesan bernada negatif yang dikirim langsung kepada Tzuyu melalui platform komunikasi penggemar berbayar, Bubble. Pesan tersebut berisi komentar body-shaming terhadap fisiknya.
Alih-alih terpancing emosi, penyanyi kelahiran 14 Juni 1999 itu memberikan respons singkat, namun tegas.
“Pilihlah tempat yang lebih baik untuk membelanjakan uang Anda.”
Balasan tersebut dibagikan ulang oleh penggemar di media sosial dan menuai simpati luas. Banyak penggemar menilai tindakan pelaku body-shaming tidak pantas, terlebih karena pesan kebencian itu dikirim melalui layanan berbayar. Netizen menyayangkan ada pihak yang rela mengeluarkan uang hanya untuk menyampaikan komentar negatif kepada idola.
Sebagian besar penggemar menegaskan bahwa Tzuyu tampil cantik dan percaya diri di atas panggung. Mereka juga mengkritik budaya body-shaming yang masih marak terjadi, bahkan terhadap figur publik dengan citra tubuh sehat.
Insiden ini kembali memantik diskusi mengenai tekanan standar kecantikan di industri hiburan, khususnya K-pop. Meski sering dipuji karena visualnya, para idola tetap rentan menjadi sasaran komentar merendahkan.
Sikap Tzuyu yang membalas dengan tenang justru memperkuat citranya sebagai figur publik yang dewasa dan elegan. Dukungan pun terus mengalir dari penggemar global yang mengapresiasi profesionalismenya di tengah situasi kurang menyenangkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung dan viralnya penampilan, para artis tetap manusia yang layak dihargai tanpa komentar yang merendahkan fisik.





