
JAKARTA, wartametropolitan.com – Perkembangan pesat kecerdasan buatan generatif kembali memicu perbincangan global setelah menyeret nama V, anggota grup BTS.
Idol K-Pop berusia 30 tahun itu menjadi sorotan setelah tanpa disadari mempromosikan lagu dari artis yang ternyata dihasilkan oleh teknologi AI.
Peristiwa tersebut bermula ketika V mengunggah aktivitas terbarunya di Instagram. Dalam unggahan itu, V menyertakan lagu berjudul “Where Your Warmth Begins” yang dikreditkan kepada seorang artis bernama Sienna Rose. Unggahan tersebut sontak menarik perhatian penggemar.
Tak lama kemudian, akun media sosial Sienna Rose membagikan ulang unggahan V dan menyampaikan rasa terima kasih. Respons tersebut mendorong para penggemar BTS, ARMY untuk menelusuri lebih jauh identitas artis tersebut.
Namun, pencarian itu justru mengungkap fakta mengejutkan. Sienna Rose diketahui bukanlah manusia, melainkan persona artis yang sepenuhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Mulai dari suara, visual, hingga kehadiran digitalnya dikurasi secara artifisial. Fenomena ini disebut-sebut sejalan dengan laporan terbaru yang menyebut sejumlah platform streaming mulai mempromosikan musik buatan AI menggunakan identitas artis fiktif.
Temuan tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menyayangkan V yang dinilai ikut mempromosikan karya AI, sementara lainnya membela dengan menyebut idol tersebut kemungkinan tidak menyadari asal-usul lagu tersebut, sebagaimana banyak pendengar lain yang juga terkecoh.
Reaksi keras pun bermunculan di platform X (sebelumnya Twitter), mencerminkan kekhawatiran penggemar terhadap dampak musik berbasis AI.
“Tae menggunakan lagu “artis” AI, oh kita celaka!” tulis netizen.
“Tae, tidakkkkk….itu AI,” tulis netizen.
Situasi ini menjadi semakin kontras mengingat beberapa anggota BTS sebelumnya diketahui mengambil sikap tegas menentang karya seni yang dihasilkan oleh AI. Karena itu, banyak pihak menilai tindakan V kemungkinan besar tidak disengaja.
Kasus ini pun memunculkan pertanyaan yang lebih luas: jika musisi papan atas dapat terkecoh oleh karya yang dihasilkan AI, sejauh mana teknologi ini akan memengaruhi masa depan industri musik dan perlindungan terhadap seniman manusia.





