
JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Penyanyi dunia Lady Gaga menuai pujian dari penggemar setelah menghentikan konsernya di Sydney, Australia, menyusul insiden salah satu penarinya yang terjatuh di atas panggung akibat hujan. Tindakan spontan tersebut dinilai menunjukkan kepedulian dan profesionalisme sang bintang di tengah pertunjukan.
Insiden terjadi saat Lady Gaga tampil dalam rangka tur “Lady Gaga’s Mayhem Ball” di Stadion Accor, Sydney, pada Jumat malam. Salah satu penarinya, Michael Dameski, terjatuh ketika pertunjukan berlangsung di tengah kondisi hujan deras yang membuat permukaan panggung menjadi licin.
Peristiwa itu terjadi ketika lagu “Garden of Eden” dibawakan. Saat para penari berbaris di atas panggung, Michael Dameski kehilangan keseimbangan dan jatuh sepenuhnya. Menyadari kejadian tersebut, Lady Gaga langsung menghentikan penampilan demi memastikan kondisi penarinya.
Lady Gaga menunggu hingga penari tersebut berdiri kembali dan memastikan bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja. Lady Gaga juga mengganti alas kakinya dengan sepatu yang lebih nyaman dan tahan terhadap kondisi hujan sebelum melanjutkan konser.
Momen tersebut terekam dalam berbagai video dan foto yang dibagikan oleh penonton. Rekaman insiden itu dengan cepat menyebar di media sosial dan menjadi viral, dengan jumlah penayangan mencapai sekitar 130 ribu kali.
Usai konser, Michael Dameski memastikan bahwa dirinya tidak mengalami cedera serius. Ia menyampaikan kondisinya melalui unggahan di akun media sosial pribadinya.
“Hai semuanya! Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menanyakan kabarku. Senang bisa menyelesaikan pertunjukan terakhir tahun ini,” tulisnya di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, Michael membagikan video dirinya menari mengikuti lagu “Garden of Eden”, dengan tetesan hujan terlihat memenuhi layar. Pernyataan itu sekaligus menenangkan penggemar yang sempat khawatir usai melihat insiden di atas panggung.
Aksi Lady Gaga menghentikan konser demi keselamatan penarinya pun mendapat apresiasi luas dari netizen, yang menilai keselamatan kru dan penampil tetap menjadi prioritas utama, bahkan di tengah pertunjukan berskala besar.





