
JAKARTA, WartaMetropolitan.com – Sebuah video hoaks yang menampilkan anggota BLACKPINK seolah-olah saling berkelahi di atas panggung mendadak viral di media sosial. Tayangan palsu tersebut memicu kecemasan penggemar, di tengah aktivitas grup asal Korea Selatan itu yang tengah menjalani tur dunia Deadline hingga Januari 2026 serta bersiap melakukan comeback penuh dengan album baru.
Sebagai salah satu girl group paling populer di dunia, BLACKPINK tetap menjadi pusat perhatian publik meski para anggotanya sempat fokus pada kegiatan solo. Namun, sorotan kali ini datang dari arah yang tidak biasa, yakni beredarnya video palsu yang menampilkan adegan kekerasan antaranggota grup.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh sebuah akun di platform X dengan keterangan negatif. Dalam unggahan itu, terlihat potongan visual yang memperlihatkan seolah-olah para member BLACKPINK terlibat perkelahian fisik saat tampil di atas panggung.
Belakangan terungkap, video tersebut merupakan konten palsu yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal ini ditandai dengan adanya label AI di sudut video. Meski demikian, kemunculan video serupa tanpa penanda AI sempat kembali beredar dan menjadi viral, sehingga memicu kekhawatiran akan penyebaran informasi menyesatkan.
Sejumlah penggemar menilai, tanpa adanya ciri visual yang janggal, video hasil manipulasi AI akan semakin sulit dibedakan dari rekaman asli. Situasi ini dinilai berpotensi merugikan figur publik, termasuk idol K-pop, karena dapat menciptakan persepsi negatif yang tidak sesuai fakta.
Sebelumnya, kasus serupa juga menimpa Bangchan dari Stray Kids yang memilih menempuh jalur hukum terhadap pihak yang membuat dan menyebarkan konten AI hasil manipulasi. Hal tersebut kembali menjadi sorotan di tengah ramainya perbincangan tentang video palsu BLACKPINK.
“Jumlah video AI yang menjadikan Blackpink sebagai korban… sudah sampai pada titik tertentu,” tulis netizen.
“Aku benci sekali AI, kenapa kalian melakukan ini tanpa persetujuan mereka? Sangat menakutkan menjadi selebriti akhir-akhir ini,” tulis netizen.
“Ya, ini benar-benar mengkhawatirkan… sudah berakhir, kita sudah tamat, AI sekarang terlalu bagus,” tulis netizen.
“Kalian seharusnya tidak bisa menggunakan AI pada orang sungguhan tanpa izin mereka saat ini. Bagaimana kalian bisa begitu nyaman membuat video-video ini? Informasi yang salah menyebar begitu cepat dan aku benci betapa canggihnya AI sekarang,” tulis netizen.
“Aku takut dengan AI sekarang.. kenapa terlihat begitu nyata?” tulis netizen lainnya.
Fenomena ini kembali membuka diskusi luas mengenai etika penggunaan AI, perlindungan terhadap figur publik, serta urgensi regulasi agar teknologi canggih tersebut tidak disalahgunakan dan merugikan pihak lain.





