JAKARTA, wartametropolitan.com – Drama Korea Phantom Lawyer menuai polemik di kalangan penggemar K-Drama setelah aktor utamanya, Yoo Yeon Seok kembali disorot akibat pernyataan lama yang dinilai kontroversial.

Serial yang mulai tayang pada 13 Maret itu mengusung genre hukum dengan sentuhan supranatural. Cerita berfokus pada seorang pengacara bernama Shin Yi Rang yang mampu melihat hantu setelah menempati kantor bekas dukun, lalu membantu arwah-arwah tersebut mencari keadilan.

Meski premisnya menarik perhatian, sebagian penonton justru menyerukan aksi boikot terhadap drama ini. Seruan tersebut muncul di media sosial, bahkan disertai imbauan, “Lewati saja jika Anda melihat pemeran utama pria ini.”

Penolakan itu dipicu oleh pernyataan Yoo dalam wawancara lama pada 2016 saat mempromosikan film The Mood of The Day bersama Moon Chae Won. Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan pandangan tentang cara berpakaian perempuan yang kini kembali menjadi sorotan.

“Jika seorang wanita mengenakan sesuatu yang tembus pandang, di mana Anda bisa melihat sesuatu setiap kali mereka berjalan? Jika mereka mengenakan sesuatu seperti itu saat bersama saya, saya akan berpikir mereka tertarik pada saya. Jika mereka tertutup rapat, rasanya seperti mereka sedang membangun tembok dan saya pikir mereka tidak tertarik pada saya,” kata Yoo Yeon Seok.

Pernyataan tersebut dinilai sebagian warganet sebagai tidak sensitif dan cenderung merendahkan perempuan. Isu ini kembali mencuat setelah potongan video wawancara itu sempat viral pada 2024, saat Yoo tampil dalam drama lain bersama Chae Soo Bin.

Di sisi lain, tidak sedikit penggemar yang tetap menantikan penampilan aktor berusia 40 tahun tersebut dalam proyek terbarunya. Perbedaan pandangan ini membuat Phantom Lawyer menjadi salah satu K-Drama yang paling banyak diperbincangkan saat ini.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Yoo Yeon Seok terkait kembali mencuatnya kontroversi tersebut. Situasi ini sekaligus mencerminkan bagaimana jejak digital masa lalu dapat kembali memengaruhi persepsi publik terhadap karya terbaru seorang figur publik.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *