
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat perluasan layanan Transjabodetabek dengan menyiapkan rute baru yang menghubungkan pusat kota dan bandara melalui trayek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan ada 20 bus yang disiapkan untuk memangkas waktu tunggu penumpang agar layanan semakin efisien.
“Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20. Sehingga dengan demikian setiap lima, maksimum 10 menit itu selalu ada,” ujar Pramono, di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, belum lama ini.
Menurut Pramono, operasional rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta akan dibahas lebih lanjut dalam rapat terbatas yang digelar di Balai Kota Jakarta pada hari yang sama. Rapat tersebut menjadi tahap akhir sebelum layanan resmi dijalankan.
Selain armada, tarif perjalanan juga menjadi perhatian publik. Pramono memastikan tidak ada penyesuaian harga untuk rute baru tersebut, sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Mengenai rencana tarifnya belum ada perubahan, tetap sebelum jam 6 pagi Rp2.000, setelah jam 6 pagi Rp3.500,” kata dia.
Terkait keluhan masyarakat mengenai waktu tunggu bus Transjakarta yang dirasakan semakin lama, Pramono menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Musim hujan menjadi salah satu penyebab gangguan operasional, di samping meningkatnya jumlah penumpang dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menilai lonjakan pengguna transportasi umum tidak terlepas dari kebijakan pembebasan tarif bagi sejumlah kelompok masyarakat. Kebijakan itu mendorong perubahan perilaku warga dalam memilih moda transportasi sehari-hari.
“Orang naik transportasi umum di Jakarta sekarang meningkat dengan pesat. Karena apa? 15 golongan kami gratiskan. Itulah yang menyebabkan kemudian orang sekarang, naik transportasi umum itu menjadi habit baru,” jelas Pramono.
Untuk menjaga kualitas layanan, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa penambahan armada. Bahkan, Pramono menargetkan modernisasi besar-besaran dengan menghadirkan ribuan bus listrik dalam beberapa tahun ke depan.
“(Penambahan armada) Pasti. Bahkan target saya di tahun 2029, 10.000 bus Jakarta itu sudah bus elektrik,” ucap dia.





