JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pangan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ibu kota menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepastian ini diungkap Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta setelah melakukan proyeksi kebutuhan serta ketersediaan pangan sepanjang Maret 2026.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan stok pangan di Jakarta masih dalam kondisi aman menjelang Lebaran.

“Ya. Stok pangan cukup,” ujar Hasudungan.

Permintaan Komoditas Naik

Pemprov mencatat ada peningkatan kebutuhan pada sejumlah komoditas pangan menjelang Idulfitri. Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan, terdapat lima komoditas dengan kenaikan permintaan paling tinggi.

Telur ayam menjadi komoditas dengan lonjakan kebutuhan terbesar. Kebutuhan telur ayam meningkat 17,20 persen dari kondisi normal sebesar 9.010 ton menjadi 10.560 ton, sementara ketersediaannya diproyeksikan mencapai 11.616 ton.

Kenaikan juga terjadi pada daging ayam yang meningkat 10,77 persen dari kebutuhan normal 10.904 ton menjadi 12.078 ton, dengan proyeksi pasokan mencapai 26.965 ton.

Selain itu, kebutuhan bawang merah naik 10,67 persen dari 2.777 ton menjadi 3.073 ton dengan ketersediaan diperkirakan mencapai 7.295 ton.

Minyak goreng turut mengalami peningkatan permintaan sebesar 9,67 persen dari 17.591 ton menjadi 19.292 ton dengan ketersediaan diperkirakan mencapai 37.777 ton. Sementara kebutuhan cabai rawit naik 9,18 persen dari 2.215 ton menjadi 2.419 ton dengan proyeksi stok 3.525 ton.

Harga Pangan mulai Naik

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan di tingkat eceran selama pekan kedua Maret 2026.

Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, yakni naik 3,83 persen atau Rp3.962 per kilogram menjadi Rp107.391 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada ayam potong yang meningkat 1,24 persen atau Rp546 per kilogram menjadi Rp44.680 per kilogram.

Sementara itu, harga beras juga mengalami kenaikan tipis. Beras IR 42 naik 1,03 persen atau Rp161 per kilogram menjadi Rp15.844 per kilogram. Beras IR I meningkat 1,02 persen atau Rp155 per kilogram menjadi Rp15.379 per kilogram, dan beras IR II naik 0,88 persen atau Rp128 per kilogram menjadi Rp14.675 per kilogram.

Meski terjadi kenaikan harga, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dalam batas yang wajar menjelang periode Lebaran.

“Kenaikan harga pangan dengan besaran kurang dari lima persen menjelang HBKN Idulfitri 2026 masih dalam batas fluktuasi wajar dan cenderung stabil dibandingkan lonjakan tinggi,” katanya.

Cuaca dan Permintaan Jadi Pemicu

Hasudungan menjelaskan, terdapat dua faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga pangan tersebut. Pertama adalah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Idulfitri.

Faktor kedua adalah kondisi cuaca di daerah sentra produksi yang mengalami curah hujan tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas hasil panen serta jumlah produksi komoditas tertentu.

Langkah Antisipatif Pemprov DKI

Untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan pangan tetap aman, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian.

Langkah tersebut mencakup pemantauan stok pangan yang dilakukan oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) bersama Satgas Pangan Kepolisian.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan serta menyalurkan pangan bersubsidi kepada kelompok masyarakat tertentu.

Program pangan keliling juga terus digelar oleh sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) seperti PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, serta Perumda Pasar Jaya yang beroperasi setiap hari.

“Pemprov DKI Jakarta juga melakukan komunikasi efektif kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasaran menjelang Idulfitri,” ucap dia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *