
JAKARTA, wartametropolitan.com – Sejumlah selebritas Hollywood mulai meninggalkan perangkat audio nirkabel dan kembali menggunakan headphone berkabel yang sempat dianggap ketinggalan zaman. Tren ini terlihat di kalangan figur populer seperti Harry Styles, Emma Watson, hingga Charli XCX.
Fenomena tersebut menarik perhatian publik karena selama beberapa tahun terakhir perangkat audio nirkabel seperti AirPods mendominasi pasar teknologi audio pribadi.
Laporan media Inggris menyebutkan, popularitas headphone berkabel kembali meningkat seiring dengan munculnya tren nostalgia di kalangan pengguna teknologi, terutama di kalangan anak muda dan penggemar mode Y2K.
Data dari lembaga riset pasar Circana menunjukkan adanya lonjakan penjualan headphone berkabel pada awal tahun 2026.
Pendapatan dari perangkat tersebut meningkat lebih dari 20 persen hanya dalam enam minggu pertama tahun ini. Padahal sebelumnya penjualannya sempat mengalami penurunan sejak peluncuran AirPods oleh Apple pada 2016.
Meskipun fitur yang ditawarkan lebih sederhana dibandingkan perangkat nirkabel buatan perusahaan teknologi besar seperti Google, Apple, maupun Beats, headphone berkabel tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi sebagian pengguna.
Pengamat ritel menilai kebangkitan kembali headphone berkabel berkaitan erat dengan tren nostalgia yang sedang berkembang di kalangan konsumen.
Profesor Manajemen Ritel di Toronto Metropolitan University, Dr. Oman H. Fares, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi lawas kembali diminati sebagai bagian dari tren mode awal 2000-an.
“Penggunaan teknologi vintage telah meningkat sebagai bagian dari mode Y2K, yang telah kembali secara stabil selama beberapa tahun terakhir,” tutur Dr Oman.
Selain faktor nostalgia, perangkat audio berkabel juga dinilai memiliki keunggulan praktis. Salah satunya adalah tidak memerlukan pengisian daya seperti perangkat nirkabel.
Harga yang umumnya lebih terjangkau dibandingkan model tanpa kabel juga menjadi pertimbangan bagi sebagian konsumen.
Dr. Fares menambahkan bahwa pendekatan nostalgia kini banyak dimanfaatkan dalam strategi pemasaran karena mampu memicu emosi positif konsumen.
“Perasaan terhubung dengan masa lalu menciptakan koneksi emosional di antara konsumen,” ucap dia.





