
JAKARTA, wartametropolitan.com – Raksasa teknologi Meta Platforms resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru bernama Muse Spark. Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisinya di tengah persaingan teknologi AI global.
Model tersebut merupakan produk pertama dari tim superintelijen yang dibentuk Meta pada tahun lalu. Tim ini dirancang untuk mengembangkan teknologi AI yang mampu melampaui kemampuan berpikir manusia, sejalan dengan ambisi besar perusahaan dalam bidang kecerdasan buatan.
Peluncuran Muse Spark juga berdampak positif terhadap pasar. Saham Meta dilaporkan mengalami kenaikan hampir 7% setelah pengumuman tersebut.
Langkah agresif ini tidak lepas dari besarnya investasi yang telah digelontorkan. Meta sebelumnya merekrut Alex Wang dengan nilai kesepakatan mencapai 14,3 miliar dolar AS, serta menawarkan kompensasi tinggi kepada para insinyur untuk memperkuat tim pengembang AI mereka.
Muse Spark menjadi bagian dari keluarga model internal bernama Avocado dan akan menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi AI berikutnya. Pada tahap awal, model ini hanya tersedia melalui platform Meta AI, sebelum nantinya diintegrasikan ke berbagai layanan populer seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
“Model awal ini dirancang kecil dan cepat, namun cukup mampu untuk menalar melalui pertanyaan kompleks dalam sains, matematika, dan kesehatan. Ini adalah fondasi yang kuat, dan generasi berikutnya sudah dalam pengembangan,” kata perusahaan itu dalam sebuah postingan blog.
Meski demikian, Meta belum mengungkapkan ukuran teknis model tersebut, yang biasanya menjadi indikator utama dalam menilai kekuatan komputasi AI.
Sebelumnya, CEO Meta Mark Zuckerberg memberikan sinyal kehati-hatian terkait ekspektasi terhadap model ini. Ia menekankan bahwa pengembangan AI merupakan proses bertahap yang akan terus ditingkatkan.
“Saya berharap kami akan terus mendorong batas kemampuan selama tahun ini seiring kami terus merilis model-model baru,” katanya.
Dalam implementasinya, Muse Spark dirancang untuk membantu berbagai aktivitas sehari-hari pengguna, mulai dari memperkirakan kalori makanan melalui foto hingga membantu perencanaan perjalanan keluarga.
Meta juga memperkenalkan fitur tambahan bernama mode Contemplating, yang memungkinkan beberapa agen AI bekerja secara simultan untuk meningkatkan kemampuan analisis. Misalnya, satu agen dapat menyusun rencana perjalanan, sementara agen lain mencari aktivitas yang sesuai untuk anak-anak.
Dengan lebih dari 3,5 miliar pengguna di seluruh platformnya, Meta menargetkan penerapan AI ini dapat meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan lain di industri yang sama.





