JAKARTA, wartametropolitan.com – Harry Styles kembali lewat album terbarunya Kiss All The Time. Disco, Occasionally. Album ini menjadi rilisan perdana dalam empat tahun sejak karya sebelumnya, Harry’s House.

Album tersebut langsung mencetak prestasi dengan menduduki peringkat pertama di lebih dari 20 negara. Kesuksesan ini menandai kembalinya mantan vokalis One Direction itu ke puncak industri musik global.

Dalam proses kreatif, Harry mengungkap bahwa album terbarunya ini tidak disusun melalui perencanaan yang kaku. Dia justru membiarkan karya tersebut berkembang secara alami, mengikuti pengalaman dan emosi yang ia rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah lagu yang masuk dalam album ini antara lain Dance No More, Aperture, dan Ready, Steady Go!. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah “Dance No More”, terutama karena liriknya yang menyentuh.

Dalam salah satu bagian lagu tersebut, penyanyi asal Inggris ini menyinggung tentang air mata dan keringat yang terasa sama. Ia menjelaskan bahwa makna lirik itu bukan sesuatu yang terlalu dalam, melainkan menggambarkan perasaan saat seseorang benar-benar tenggelam dalam musik dan tarian.

Selain itu, pria kelahiran 1994 tersebut juga mengakui bahwa proses penciptaan album tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat mengalami kebuntuan dalam berkarya, namun memilih untuk memberi ruang bagi dirinya sendiri agar ide-ide bisa kembali mengalir.

Pendekatan yang lebih bebas ini juga menjadi cara Harry untuk mengeksplorasi musik pop tanpa terikat pada satu gaya tertentu. Meski mendapat tanggapan beragam dari kritikus, capaian album ini menunjukkan bahwa penggemar tetap terhubung dengan arah musikal baru yang ia tawarkan.

Kesuksesan global tersebut sekaligus menegaskan posisi Harry Styles sebagai salah satu musisi pop yang terus berevolusi, dengan pendekatan yang lebih jujur dan personal dalam setiap karyanya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *