JAKARTA, wartametropolitan.com – Grup idola generasi kelima besutan SM Entertainment, Hearts2Hearts menjadi sorotan setelah materi promosi comeback terbaru mereka memicu kontroversi politik di Korea Selatan.

Polemik bermula dari perilisan foto promosi mini album kedua bertajuk Lemon Tang yang dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat. Dalam salah satu gambar, anggota Hearts2Hearts, Stella, tampil layaknya pembawa prakiraan cuaca sambil menunjuk peta Korea Selatan yang dipenuhi tulisan “Lemon”.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada hal lain. Sejumlah netizen menyadari bahwa Pulau Dokdo tidak tercantum dalam ilustrasi peta tersebut.

Ketiadaan Dokdo segera memantik perdebatan karena wilayah tersebut merupakan isu sensitif di Korea Selatan. Pulau yang saat ini berada di bawah kendali Seoul itu juga diklaim oleh Jepang, sehingga kerap menjadi simbol penting dalam persoalan kedaulatan kedua negara.

Akibatnya, sebagian netizen menilai penghapusan Dokdo dari peta bukan sekadar kesalahan desain biasa. SM Entertainment bahkan dituding berupaya menghindari kontroversi dengan penggemar Jepang mereka.

Kritik keras pun membanjiri media sosial dan forum daring Korea Selatan.

“Saya mengidolakan idola SM, tetapi setiap kali hal seperti ini terjadi, saya benar-benar ingin menghajar agensi itu habis-habisan,” tulis netizen.

“Mengapa mereka melakukan itu?” tulis netizen.

Komentar bernada lebih tajam juga bermunculan dari warganet yang mempertanyakan apakah kesalahan tersebut dilakukan secara sengaja.

“Ini membuat saya bertanya-tanya apakah mereka melakukannya dengan sengaja, mengetahui sepenuhnya betapa sensitifnya masalah ini,” tulis netizen.

Sebagian netizen lainnya menilai agensi semestinya lebih berhati-hati mengingat isu Dokdo selalu menjadi perhatian masyarakat Korea Selatan.

“Agensi itu selalu penuh skandal yang melibatkan artis Tiongkok dan Jepang mereka, lol,” tulis netizen.

“Jangan terlalu khawatir tentang apa yang dipikirkan Jepang. Bagaimanapun, itu tanah kita,” tulis netizen.

Seiring meluasnya kritik, SM Entertainment akhirnya menghapus gambar yang menjadi sumber kontroversi tersebut. Tak lama kemudian, perusahaan merilis versi baru yang telah diperbaiki dengan menampilkan Pulau Dokdo secara jelas pada peta Korea Selatan.

Meski langkah koreksi tersebut meredakan sebagian kritik, sejumlah netizen tetap menilai kesalahan semacam itu seharusnya tidak terjadi sejak awal, terutama karena menyangkut isu yang sangat sensitif bagi publik Korea Selatan.

Kontroversi ini muncul di tengah persiapan Hearts2Hearts menyambut comeback melalui mini album Lemon Tang, yang diumumkan pada 1 Juni 2026 dan telah mulai dipromosikan melalui berbagai materi teaser.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *