JAKARTA, wartametropolitan.com – Kabar mengejutkan datang dari industri musik Jepang. Girl group LumiUnion resmi mengumumkan pembubaran mereka setelah hampir tujuh tahun berkarier. Pengumuman tersebut disampaikan hanya beberapa hari sebelum konser terakhir mereka digelar.

Grup yang beranggotakan delapan orang ini dijadwalkan tampil untuk terakhir kalinya di Namie pada 29 April. Menariknya, konser perpisahan tersebut dibuka secara gratis bagi masyarakat setempat sebagai bentuk apresiasi atas dukungan selama ini.

LumiUnion sendiri memulai perjalanan mereka pada 24 November 2019. Grup ini berada di bawah naungan STAR PLANET dan King Records, serta berbasis di kota Namie. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai grup hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menghidupkan kembali kota tersebut pascabencana besar.

Seperti diketahui, Namie merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah dalam peristiwa Gempa dan Tsunami Tōhoku 2011. LumiUnion dibentuk sebagai simbol kebangkitan, dengan misi memperkenalkan kembali kota tersebut kepada masyarakat luas.

Namun, perjalanan grup ini harus berakhir setelah tujuh tahun, memunculkan kembali istilah “kutukan 7 tahun” yang kerap dikaitkan dengan bubarnya grup idola.

Pengumuman resmi disampaikan pada 27 April, dua hari sebelum penampilan terakhir mereka. Momen ini menjadi emosional bagi para anggota maupun penggemar yang telah mengikuti perjalanan mereka sejak awal.

“Meskipun aktivitas kami berakhir, perasaan kami terhadap kota ini seperti kampung halaman tidak akan berubah,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh salah satu anggota, Ayaka, yang menegaskan bahwa ikatan mereka dengan Namie akan tetap terjaga meski grup telah dibubarkan.

Sementara itu, anggota lain, Luna Naito, turut menyampaikan harapannya agar perjalanan LumiUnion tetap memberi dampak positif ke depan.

“Saya berharap kami dapat terus membantu orang-orang di seluruh Jepang untuk belajar tentang kota ini dan bencana gempa bumi,” ujar Luna.

Pembubaran LumiUnion menandai berakhirnya sebuah perjalanan yang tidak hanya berfokus pada dunia hiburan, tetapi juga membawa misi sosial. Konser terakhir di Namie pun diprediksi akan menjadi momen perpisahan penuh haru bagi para penggemar dan masyarakat setempat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *