
JAKARTA, wartametropolitan.com – Taylor Swift kembali menjadi sorotan setelah menegaskan komitmennya terhadap karya orisinal di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri musik.
Penyanyi sekaligus penulis lagu ternama 36 tahun itu disebut telah mendapatkan verifikasi sebagai artis bebas AI di platform Spotify. Status tersebut menandakan bahwa seluruh karya yang dirilisnya merupakan hasil kreativitas pribadi, bukan produksi mesin.
Langkah ini muncul di tengah kritik yang sempat diarahkan pada album terbarunya, The Life of a Showgirl, yang oleh sebagian pihak disebut sebagai “karya AI yang asal-asalan”. Meski demikian, Swift dikenal konsisten menjaga proses kreatifnya secara detail sejak awal karier.
Dalam wawancara terbaru bersama The New York Times, ia mengungkap bahwa proses penulisan lagu yang dilakukannya berangkat dari eksplorasi emosi yang mendalam. Ia berupaya mempertahankan kepekaan rasa seperti saat pertama kali mulai menulis lagu di usia muda.
“Saya tidak memiliki media sosial di ponsel saya. Kelihatannya saya hanya terus-menerus menggulir, tetapi saya menggulir kata-kata – seperti, kata-kata dalam file saya yang saya pikirkan empat tahun lalu pada pukul 3 pagi,” kata pelantun lagu Opalite itu.
Selain tetap produktif, Swift juga mendapat pengakuan atas kontribusinya di dunia musik. Tahun ini, ia resmi dilantik ke dalam Songwriters Hall of Fame, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitasnya sebagai penulis lagu papan atas.
Karier Swift sendiri telah dimulai sejak usia muda, saat ia menulis lagu-lagu sederhana di kamar dengan gitar. Kini, ia menjelma menjadi salah satu ikon pop dunia dengan katalog musik yang luas dan berpengaruh.
Dengan pengakuan terbaru dan sikap tegas terhadap penggunaan AI, Swift memperlihatkan bahwa keaslian karya tetap menjadi nilai utama di tengah perkembangan teknologi industri hiburan.





